Alexa Metrics

Giliran All England Terancam Batal

Giliran All England Terancam Batal

indopos.co.id – Kabib Binpres PBSI, Susy Susanti, mengaku maklum andaikata All England 2021 batal. Menurut Susy, saat ini yang terpenting adalah keselamatan.

Beberapa hari lalu, Asosiasi Bulu Tangkis Inggris mengumumkan kemungkinan tidak menggelar All England 2021. Keputusan itu terkait pandemi virus corona.

Andai benar absen, ini akan menjadi kali pertama sejak Perang Dunia 2 All England tidak digelar. Berita tersebut sontak membuat geger pencinta bulutangkis di seluruh dunia.
Susy memang menyayangkan andai benar All England tidak berlangsung. Namun, dengan kondisi saat ini pemenang Olimpiade 1992 itu menilai bukan waktunya memikirkan prestis.

“Ya pasti kalau dalam situasi normal sangat disayangkan (tak ada All England). Tetapi dalam situasi saat ini, mau tidak mau dimengerti,” ujar Susy.
“Sulit dibilang karena situasi sekarang di luar prediksi. Kita semua tidak tahu situasi nanti seperti apa selama vaksin belum ditemukan. Kami belum tahu apa pertandingan berjalan tahun depan,” ungkapnya.

“Jadi saya tidak bisa bilang hilang prestis atau tidak, untung atau rugi. Tidak bisa begitu. Sekarang keselamatan nomor satu, sudah itu saja,” lanjutnya.All England merupakan kejuaraan bulu tangkis tertua di dunia saat ini. Ajang tersebut telah diselenggarakan sejak 1899, kala itu di London.

Sementara itu, Tahun 2021 akan menjadi tahun yang sangat sibuk bagi bulutangkis. Badminton World Federation (BWF) telah menunda beberapa kejuaraan di 2020 ke tahun 2021 di antaranya Piala Thomas & Uber dan turnamen seri Asia yang terdiri dari turnamen Asia Open I, Asia Open II,  dan World Tour Finals.

Seperti telah diumumkan International Olympic Committee (IOC), penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020 diundur ke pertengahan tahun 2021. Di kalender BWF juga tertera dua kejuaraan penting pada 2021 yaitu Piala Sudirman dan kejuaraan dunia.

Sekretaris Jenderal BWF Thomas Lund mengatakan bukan tidak mungkin untuk menyelenggarakan major events tersebut pada 2021. Bisanya Piala Thomas & Uber dimainkan di tahun genap, sedangkan Piala Sudirman di tahun ganjil.

Kejuaraan Dunia juga biasanya tidak dimainkan di tahun penyelenggaraan olimpiade, namun karena tahun ini olimpiade diundur, maka jadwal kejuaraan dunia tahun depan tetap ada.

“Ini merupakan tantangan buat kami, tapi kami yakin bahwa semuanya mungkin. Kami akan mengatur ulang jadwal dan kalender kejuaraan tahun depan untuk membuat event-event ini bisa dilangsungkan,” ujar Lund dalam konferensi pers virtual.

“Kami tidak bisa menjanjikan apapun di tahun 2021, meskipun sudah banyak prediksi seperti adanya vaksin, bagaimana dunia akan berjalan normal kembali di 2021, inilah yang kami monitor terus sehingga kami bisa merencanakan berbagai skenario dan pilihan untuk menyelenggarakan turnamen sesegera mungkin,” jelas Lund.

Lund juga mengatakan bahwa kita tidak bisa melupakan pemain pelapis yang juga butuh wadah untuk bertanding. Ini juga menjadi PR bagi BWF, selain memfasilitasi turnamen bagi para pemain top level.

“Ada pemain pelapis yang harus kami pikirkan, bukan hanya 32 pemain terbaik yang akan bertanding di Thailand saja di level super 1000 dan BWF World Tour Finals. Tapi juga level selanjutnya top 50, kami harus memikirkan cara untuk mereka bertanding dan hal ini tantangannya juga banyak,” jelas Lund.

Sementara itu PBSI mengantisipasi padatnya kalender kejuaraan di tahun 2021 dengan menentukan apa saja yang menjadi goal utama. Penerapan skala prioritas juga berlaku dalam pengiriman pemain ke turnamen.

“Banyak turnamen yang tidak memungkinkan untuk dilaksanakan di tahun 2020 dan kami menghargai keputusan BWF karena pertimbangan utama pasti kesehatan dan keselamatan atlet,” kata Susy.

“Antisipasi dari PBSI adalah pengaturan penetapan target dan pengiriman pemain, mana saja yang harus diutamakan. Terutama mereka yang masih butuh poin ke olimpiade, tentu akan beda dengan mereka yang sudah amankan ke olimpiade, seperti Kevin (Sanjaya Sukamuljo)/Marcus (Fernaldi Gideon), misalnya,” lanjut Susy.

Susy juga mengatakan bahwa para atlet pun harus mengantisipasi padatnya jadwal pertandingan di tahun depan dengan menjaga kondisi dan mempersiapkan diri sebaik mungkin khususnya jelang turnamen-turnamen penting di tahun 2021.

Jika diurutkan, prioritas utama PBSI adalah olimpiade, Piala Thomas & Uber, Piala Sudirman serta kejuaraan dunia dan All England. (bam)



Apa Pendapatmu?