Layanan Teman Bus Dukung Digitalisasi 4.0 Smart City

indopos.co.id – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sudah meluncurkan program Buy the Service (BTS) di Palembang, Solo dan Denpasar. Diharapkan di Oktober akan hadir juga di kota Jogjakarta dan Medan. Ditargetkan sampai 2021 sejumlah 10 kota dengan tambahan di kota Makassar, Banjarmasin, Bandung, Surabaya dan Banyumas.

Pada acara Webinar Session Program Teman Bus, Kamis (1/10/2020), Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, Layanan Teman Bus diharapkan menjadi bagian digitalisasi 4.0 smart city program yang mendukung cashless society.

“Kita harapkan agar dapat mengintervensi pengembangan angkutan umum perkotaan di Indonesia. Sehingga muncul terobosan yang inovatif dan responsif, terhadap program bantuan bus selama ini yang dinilai kurang berhasil,” ujar dia.

Program ini, lanjut Budi, sebagai langkah awal implementasi dari program BTS (Buy the Service) yang memberikan subsidi penuh bagi operator dengan fasilitas pendukung di bus yang lebih baik.

“Sehingga diharapkan lebih banyak penumpang yang beralih ke moda transportasi publik di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Kemenhub menetapkan beberapa SPM (standar pelayanan minimal) yang harus dimiliki dilakukan operator agar layanan Teman Bus memiliki kualitas dan pelayanan yang prima. Keamanan, Keselamatan, Kenyamanan, Keterjangkauan, Kesetaraan dan Keteraturan menjadi enam kunci utama dalam pelayanan Teman Bus.

Fasilitas Teman Bus dibekali oleh peralatan canggih IoT (Internet of Things) seperti CCTV (Closed-Circuit Television) reader kartu non tunai. Sensor penghitung jumlah penumpang, sensor alarm pada pengemudi untuk mendeteksi jika ada pelanggaran pada pengemudi.

Seperti pengemudi mengantuk, merokok, tidak menggunakan seatbelt dan keluar jalur/ trayek yang kemudian sistem membunyikan alarm dan mengirim informasi ke Command Center secara real time.

Para pengemudi dan staff sudah dilakukan pelatihan khusus dan untuk wajib mengikuti peraturan dan pengecekan berkala terhadap bus, guna menjaga fasilitas dan pelayanan. Serta waktu jarak antar bus (headway) yang ditentukan yaitu 10 menit, sehingga penumpang tidak menunggu lama di halte dan berdesakan dalam Bus.

Di masa Pandemi sekarang ini diterapkan protokol kesehatan yaitu mewajibkan penumpang memakai masker, pembatasan sosial (social distancing), menjaga kapasitas kendaraan sebesar 50 persen dan menyediakan disediakan juga pembersih tangan (hand sanitizer) di dalam Bus.

Mengenai tarif saat ini diberikan gratis hingga 31 Desember 2020 kepada masyarakat yang naik layanan transportasi Teman Bus. Tidak hanya itu, Teman Bus dilengkapi juga dengan aplikasi mobile untuk memudahkan penumpang mendapatkan informasi rute, titik halte dan jadwal keberangkatan Bus. Aplikasi Teman Bus saat ini sudah bisa diunduh di playstore dan appstore.

Adapun cara naik Teman Bus sangat mudah. Yaitu cukup buka aplikasinya, tunggu di halte terdekat dari posisi penumpang yang tertera di aplikasi, siapkan kartu non tunai (Tap Cash BNI, flazz BCA, e-money Mandiri dan brizzi BRI), naik bus, lalu tempelkan kartu non-tunai pada perangkat reader.(rmn)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.