Omzet Perajin Batik Anjlok

indopos.co.id – Omzet pendapatan perajin Batik Lebak menurun drastis hingga 80 persen sejak pandemi COVID-19 melanda Indonesia. “Semua pelaku usaha Batik Lebak mengeluh dan tidak menggembirakan Pada Hari Batik Nasional ini,” kata Umsaro (55), seorang pelaku UKM Batik Lebak Chanting Pradana Kabupaten Lebak, Jumat (2/10/2020).

Menurut dia, omzet  berkurang karena permintaan pasar relatif. Apalagi diberbagai daerah diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sehingga konsumen tidak ada yang mendatangi UKM Batik Lebak tersebut.

Biasanya, kata dia, omzet bisa mencapai Rp100 juta per bulan, namun kin hanya Rp20 juta per bulan. “Kebanyakan permintaan batik itu melalui jejaring internet secara online yang menjadi andalan. Bahkan, pagi tadi mengirim pesanan ke wilayah Tangerang,” ungkap dia.

Harga Batik Lebak termurah yang ia jual berkisar Rp150 ribu dengan bahan baku katun, sedangkan bahan baku sutera mencapai Rp1 juta. Akibat omzet anjlok, lanjut dia, jumlah tenaga kerja dikurangi dari sebelumnya 30 orang, menjadi 15 orang. “Kami berharap pandemi COVID-19 berakhir dan pelaku usaha Batik Lebak kembali jaya dan maju,” tutur dia.

Hal senada dikemukakan Yusup, pengelola Rumah Batik Lebak Sehati.  Biasanya, kata dia, permintaan Batik Lebak datang dari kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS), BUMN, BUMD, dan masyarakat. Namun, kini bisa dihitung jari.

Batik Lebak memiliki keunggulan karena mengandung makna filosofi sesuai budaya masyarakat Badui dan budaya masyarakat Kaolotan. Produksi Batik Lebak memiliki 12 motif. Antara lain, motif Seren Taun, Sawarna, Gula Sakojor, Pare Sapocong, Kahirupan Baduy, Leuit Sijimat, Rangkasbitung, Caruluk Saruntuy, Lebak Bertauhid, Angklung Buhun, Kalimaya, dan Sadulur. “Kami kini yang terpenting bisa bertahan usaha dan tidak bangkrut,” kata Yusuf. (ant/rul)

Baca Juga :

Kacamata Kayu

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.