Alexa Metrics

KKP Tangkap 8 Pelaku Destructive Fishing

KKP Tangkap 8 Pelaku Destructive Fishing Para pelaku saat digelandang aparat PSDKP dan barang bukti pelaku. (foto dok humas PKP)

indopos.co.id – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menangkap delapan orang yang melakukan destructive fishing atau penangkapan ikan dengan cara merusak yang dilakukan dengan menggunakan potassium di kawasan Taman Wisata Perairan (TWP) Pulau Kapoposang Sulawesi Selatan.

Ditjen Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Tb Haeru Rahayu menjelaskan, delapan orang itu ditangkap karena kedapatan menangkap ikan dengan cara melakukan pembiusan dengan menggunakan bahan kimia beracun jenis potasium sianida.

Operasi penangkapan yang digelar akhir September lalu dilakukan aparat PSDKP dengan cara menyamar  sebagai nelayan. Hal itu dilakukan karena para pelaku sangat licin melarikan diri setiap hendak dicokok aparat.

”Setelah dilakukan pengintaian selama sebulan menggunakan perahu nelayan untuk mempelajari modus operandi dan cara bekerja para pelaku itu. Baru dilakukan penangkapan terhadap delapan pelaku di TWP Kapoposang itu, juga dengan menggunakan perahu nelayan agar tidak terdeteksi para pelaku,” ujar Tb Haeru Rahayu di Jakarta, Sabtu (3/10/2020).

Dalam dua operasi penangkapan itu, selain menangkap para pelaku berinisial H, R MAF, selanjutnya HW, S, A, M, dan I, disita  pula berbagai barang bukti, diantaranya tiga kapal nelayan yang digunakan delapan pelaku, tiga botol  cairan kimia berbahaya jenis potasium sianida yang digunakan untuk membius atau membunuh ikan,  serta alat kompresor. ”Seluruh pelaku kami bawa ke Satwas SDKP Makasar untuk dilakukan proses hukum,” tegas Haeru.

Menurutnya, sepanjang tahun ini, pihaknya telah menangani berbagai kasus destructive fishing yang terjadi di berbagai daerah. Rinciannya, 14 kasus pengeboman, 4 kasus penyetruman dan 4 kasus penggunaan racun ikan.

Sementara itu, Kepala Stasiun PSDKP Kupang Mubarak mengatakan pihaknya memang sedang melakukan pengawasan secara intensif di beberapa wilayah yang rawan praktik destructive fishing, salah satunya TWP Pulau Kapoposang ini. Sebab cukup banyak informasi yang masuk terkait praktik destructive fishing yang merusak di wilayah perairan yang dilindungi tersebut. ”TWP Kapoposang ini salah satu area yang kami pantau secara intensif,” tandas Mubarak.(ind)



Apa Pendapatmu?