Dua Kandidat Pilwalkot Solo Langgar Aturan Pemasangan APK

indopos.co.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Surakarta, Jawa Tengah, menemukan ratusan alat peraga kampanye (APK) pasangan calon peserta Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Surakarta yang melanggar Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor.2/2019, terkait pemasangannya di wilayah Kota Solo.

”Kami mendapati sekitar 284 AKP dari berbagai jenis pemasangannya melanggar perwali yang tersebar di lima kecamatan di Kota Solo,” kata Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Surakarta, Muh Muttaqin, Senin (5/10).

Menurut Muttaqin juga, ratusan APK yang melanggar tersebut saat ini sudah diinventarisir oleh jajaran Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan melalui Panwaslu tingkat kelurahan.

Selain itu, Bawaslu mencatat APK milik pasangan calon nomor urut 1 Gibran Rakabuming Raka- Teguh Prakosa dan paslon nomor urut 2 Bagyo Wahyono-F.X. Supardjo (Bajo) yang saat ini terpasang belum merupakan desain yang telah disetujui oleh KPU Surakarta.

”APK banyak terpasang di pohon, persimpangan jalan, tiang listrik hingga melintang jalan. Hal ini, melanggar karena selain bukan APK desain oleh KPU, juga terpasang melanggar Perwali Nomor 2 Tahun 2009,” katanya juga.

Bawaslu Kota Surakarta telah memberikan surat kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat untuk dapat segera menertibkan APK melanggar tersebut.

”Kami juga mencantumkan titik lokasi beserta foto APK yang melanggar untuk memudahkan penertiban dari petugas Satpol PP,” katanya.

Selain itu, Bawaslu Kota Surakarta juga meminta agar segenap tim kampanye kedua pasangan calon mentaati aturan kampanye yang saat ini, sudah tertuang dalam Peraturan KPU Nomer 11 Tahun 2020, maupun PKPU Nomor 13 Tahun 2020.

”Setelah APK yang melanggar ini, diturunkan, maka kedua paslon bisa memasang APK yang sudah disetujui oleh KPU Surakarta,” katanya lagi. Kendati demikian, Bawaslu juga meminta agar pemasangan tetap memperhatikan aturan yang tertuang dalam Perwali Kota Surakarta Nomor 2 Tahun 2009.

Jumlah APK yang melanggar baik sesuai Perwali Kota Surakarta maupun desain KPU setempat antara lain di Kecamatan Laweyan sebanyak 45 APK, Serengan tercatat 156 APK, Pasar Kliwon ada 45 APK, Jebres sebanyak 22 APK, dan Banjarsari tercatat 16 APK sehingga totalnya 284 APK. (ant/din)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.