Indonesia Fokus Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca 

indopos.co.id – Wakil Menteri (Wamen) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Alue Dohong mengatakan Indonesia telah meratifikasi Persetujuan Paris menjadi Undang-Undang Nomor 16 tahun 2016 tentang Pengesahan Paris Agreement to the United Nations Framework Convention on Climate Change (Persetujuan Paris atas Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai perubahan Iklim).
Persetujuan Paris mengundang semua negara pihak untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sesuai dengan kemampuan masing-masing negara.
“Pemerintah Indonesia menyatakan komitmen Negara untuk menurunkan emisi sebesar 29 persen sampai dengan 41 persen dengan kerjasama internasional pada tahun 2030. Serta secara bersamaan meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim. Komitmen Negara tersebut, ditulis dalam suatu dokumen Negara yang disebut NDC,” ujarnya di acara Festival Iklim tahun 2020, Rabu (7/10/2020).
Lebih lanjut  Wamen Alue Dohong mengatakan dalam NDC, Indonesia fokus mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di lima sektor. Yaitu hutan dan lahan termasuk gambut, limbah, energi dan transportasi, industri serta pertanian.
Sebagai National Focal Point (NFP) to the United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC), Kementerian LHK mengkoordinasikan pelaksanaan NDC oleh 5 Kementerian/Lembaga baik di tingkat pusat maupun daerah.
“Pelaksanaan NDC bekerjasama dengan Pemerintah Daerah, dunia usaha, dan masyarakat, serta mitra pembangunan yang menjadi bagian penting dari keseluruhan implementasi kebijakan perubahan iklim di Indonesia,” pungkasnya.
Sementara itu Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim (PPI), Kementerian LHK, Ruandha A. Sugardiman mangatakan Festival Iklim 2020, menampilkan serangkaian webinar dan pameran virtual yang mengusung beragam topik seputar mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
“Festival ini juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi melalui berbagai kompetisi menarik. Seperti kompetisi gerakan nol emisi, lomba foto dan video, apresiasi kampung iklim dan masih banyak lagi, untuk merayakan kreatifitas segenap komponen masyarakat dalam menciptakan inisiatif-inisiatif kegiatan mitigasi dan adaptasi,”  pungkasnya. (dai)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.