La Nina Tebar Bencana Alam di Empat Wilayah Banten

indopos.co.id – Potensi banjir, banjir bandang dan tanah longsor patut diwaspadai akibat dampak fenomena La Nina yang melanda sejumlah dalam beberapa hari ini termasuk Provinsi Banten.

Karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten mengimbau warga untuk mewaspadai dampak fenomena bencana alam akibat terjadinya intensitas curah hujan tinggi tersebut.

”Karena itu, kita harus waspada dengan adanya fenomena La Nina ini. Dampaknya bisa mengakibatkan banjir bandang, dan longsor. Selain itu untuk daerah yang rawan longsor agar selalu waspada,” terang Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten Nana Suryana.

Nana juga mengatakan, wilayah yang harus diwaspadai dengan dampak fenomena ini adalah perbukitan. ”Kalau daerah paling rawan banjir bandang dan longsor di Provinsi Banten itu potensinya ada wilayah Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang dan Kota Cilegon,” katanya juga.

Ia menuturkan, jika melihat secara umum dengan fenomena hujan ekstem ini, seluruh wilayah Provinsi Banten akan terdampak dengan terjadinya banjir.

”Tetapi kalau untuk banjirnya itu hampir merata di wilayah Banten terjadi. Wilayah Tangerang pun bisa terjadi banjir karena ada kiriman alirang sungai dari Tangerang Raya dan Jakarta,” kata Nana lagi.

Ia juga menjelaskan, dalam upaya mengantisipasi terjadinya bencana alam itu, pihaknya akan melakukan pemantauan serta memberikan mitigasi bencana, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

”Untuk himbauan-nya kepada masyarakat tetap waspada, meningkatkan mitigasi melalui evakuasi mandiri. Kemudian masyarakat juga supaya tetap tenang tidak panik serta menghindari lokasi yang secara kasat mata itu bisa terjadi longsor,” paparnya juga.

Bedasarkan catatan BPBD Banten, dari Januari hingga September ini terjadi bencana alam dengan didominasi banjir dan longsir serta angin puting beliung.

Sedangkan untuk bencana gempa bumi terakhir itu terjadi pada Juni lalu di laut pada jarak 62 kilometer barat daya Kabupaten Lebak dengan kedalaman 17 kilometer dan berkekuatan 4.0. ”Perlu juga diwaspadai itu bencana non alam atau COVID-19,” tandasnya. (ant/yas)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.