Pengamat Prediksi Kecil Peluang Masyarakat Untuk Menang Gugat Omnibuslaw ke MK

indopos.co.id – Peluang menang jika masyarakat ingin menggugat UU Cipta Kerja (omnibuslaw) ke Mahkamah Konstitusi (MK) dinilai sangat kecil. Itu dikatakan Direktur Eksekutif Lokataru sekaligus ahli hukum, Haris Azhar. Menurutnya, untuk menggugat UU Cipta Kerja ke Mahkamah Konstitusi merupakan langkah yang mustahil.
Baca Juga :
Haris menyebutkan sejumlah alasan mengapa gugatan UU Cipta Kerja mustahil untuk menang di MK. “Saya ingin mengatakan bahwa hentikan perdebatan membawa Omnibus Law ini ke judicial review di Mahkamah Konstitusi karena itu juga hampir mustahil,” ujar Haris di Jakarta, Kamis (8/10/2020).
Kondisi tersebut bukan tanpa alasan, Haris menjelaskan bila orang-orang yang ada di MK mayoritas pro terhadap UU Cipta Kerja. “Tiga hakim dari DPR, 3 hakimnya ditunjuk oleh presiden, jadi 6 mayoritas akan memenangkan kepentingan Omnibus Law ini,” katanya.
Baca Juga :
Haris berpendapat bila aksi di judicial review di jalan yang melibatkan masyarakat dan buruh bisa menjadi cara untuk memberikan tekanan kepada pemerintah.
“Masyarakat adat, buruh, anak muda yang terancam dengan Omnibus Law ini harus bergerak. Baru nanti tekanan itu bisa dikonklusikan lewat judicial review yang akan dilakukan di Mahkamah Konstitusi,” ujarnya.
Haris kembali menekankan kepada pemerintah untuk memberikan ruang bagi publik dalam menyampaikan aspirasinya.
“Tapi jangan mensimplifikasi, jangan demo, tangkepin mereka, diintelin, direpresi oleh polisi dan inteligen lalu disuruhnya ke Mahkamah Konstitusi,” sambung Haris.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin menegaskan, pihaknya tidak masalah jika ada pihak yang ingin melakukan uji materi atau judicial review Undang-Undang Tentang Cipta Kerja ke Mahkamah Konstitusi (MK). “Diuji materi di MK bukan hanya ini,” kata Azis. (wok)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.