Langgar Protokol Kesehatan, 49 Pengendara di Jakarta Terjaring

indopos.co.id – Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Ketat atau Jilid II akan segera berakhir. Pelanggaran aturan protokol kesehatan pada bidang transportasi kerap terjadi di DKI Jakarta, Kamis (8/10/2020). Kenyataannya, dalam sepekan saja, aparat Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Selatan, menjaring 49 pengendara karena melanggar kapasitas daya angkut melebihi 50 persen.

“Terhitung dari 1 Oktober sampai 7 Oktober 2020 giat PSBB tahap dua, ada 49 pelanggar kapasitas daya angkut melebihi 50 persen yang kita tindak,” ungkap Kepala Sudinhub Jakarta Selatan, Budi Setiawan, Kamis (8/10/2020).

Budi menambahkan, selain pelanggar kapasitas daya angkut, pihaknya juga mengawasi para pengendara angkutan umum dan barang yang tidak menggunakan masker dan aturan terhadap pengendara yang berkumpul lebih dari lima orang.

Hanya saja, penindakan dan pemberiana sanksi terhadap pelanggar yang tidak menggunakan masker merupakan kewenangan Satpol PP. “Yang tidak pakai masker kita serahkan kepada Satpol PP. Tetapi untuk para pelanggar daya angkut, itu kita buatkan berita acara pemeriksaan dan teguran tertulis,” tegas Budi.

Baca Juga :

Budi menjelaskan, berdasarkan data akumulasi razia gabungan bersama Satpol PP selama sepekan ini, ada 242 orang yang terjaring karena tidak memakai masker. Para pelanggar tersebut dikenakan sanksi denda administrasi dan sanski kerja sosial oleh Satpol PP.

“Pelanggar berkerumun lebih dari lima orang yang biasanya dilakukan transportasi online tidak kita temukan. PSBB sebelumnya memang masih kita temukan, dan itu langsung kita tindak melalui operasi cabut pentil maupun penderekan,” tegas Budi. (ibl)

 

Baca Juga :

Bioskop di Jakarta Beroperasi Lagi

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.