Giliran Tammy, Jadon dan Ben yang Diusir dari Timnas Inggris

indopos.co.id – Anggota skuad nasional Inggris lagi-lagi heboh. Bulan lalu dua bintang mudanya Phil Foden dan Mason Greenwood dipulangkan dari tim nasional karena melanggar protokoler Covid-19, kini masalahnya terulang.

Pelatih nasional Inggris Gareth Southgate Selasa (7/10) memulangkan tiga pemain yaitu Tammy Abraham, Jadon Sancho, dan Ben Chilwell.  Mereka semestinya mengikuti pelatnas untuk menghadapi pertandingan persahabatan melawan Wales, Jumat (9/10) dini hari. Pada Sabtu akhir pekan lalu, mereka tepergok menghadiri pesta ulang tahun ke-23 Tammy Abraham, striker Chelsea. The Three Lions, julukan tim nasional Inggris, baru bermain di Nation League melawan Belgia pada Minggu (12/10).

Media yang paling vokal menyuarakan itu adalah The Sun. Menurut laporan The Sun, manajer klub sebetulnya tahu anak asuhanya mengikuti pesta rahasia yang melanggar protokoler kesehatan. Inggris memang meminta masyarakatnya agar menghindari kerumunan orang. Aksi kumpul-kumpul (interaksi sosial) tidak boleh lebih dari enam orang. Itu pun jaraknya harus berjauhan. Namun, para manajer hanya bisa pasrah karena yang melanggar aturan itu adalah pemain-pemain kunci klub.

Beberapa klub malahan begitu blak-blakan dengan para pemain. Klub mengatakan, pemain harus menanggung konsekuensinya sendiri kalau tertangkap. Jadi, pemain yang mengikuti pesta harus kucing-kucingan agar tidak tertangkap. ‘’Para pemain akan selalu bersenang-senang. Kami tahu itu. Namun, tanggung jawab ada pada mereka sendiri agar tidak tertangkap,’’ kata salah seorang manajer yang menolak disebutkan namanya.

Nah, Selasa pagi pelatih Inggris Gareth Southgate sudah berbicara dengan semua anggota beserta kapten tim Harry Kane di St George’s Park. Sehari sebelumnya, Southgate juga sudah menyatakan soal standar tinggi disiplin yang wajib dipatuhi setiap pemain nasional Inggris.

Penyerang Leicester Harvey Barnes mengonfirmasikna  cerita tersebut dengan mengatakan, anggota timnas Ingris memang mengobrol bersama.  “Sebagai sebuah grup, kami mengobrol untuk memastikan bahwa semua berada di halaman yang sama. Kami memahami tanggung jawab untuk mewakili negara kami. Itu mengingatkan diri kita tentang apa yang dapat diterima dan apa yang tidak. Kami paham betul tentang itu,’’ kata Barnes.

Pada kesempatan terpisah, Jadon Sancho sudah meminta maaf karena menghadiri pesta ilegal lebih dari enam orang pada Sabtu malam menjelang jeda internasional dengan Inggris.

Pemain sayap Borussia Dortmund itu menghadiri pesta ulang tahun ke-23 kejutan Tammy Abraham selama akhir pekan bersama dengan sesama pemain internasional Three Lions Ben Chilwell.  Gambar ketiganya menghadiri pesta muncul pada Minggu malam.

The Sun mengklaim bahwa pesta itu dihadiri lebih dari 20 orang. Artinya, mereka melanggar undang-undang ‘Aturan Enam’ yang diterapkan oleh Pemerintah Inggris bulan lalu. Sancho mengakui dalam sebuah pernyataan bahwa ia tidak tahu jumlah tamu yang menghadiri acara tersebut sebelum tiba di lokasi.

FA kemudian bereaksi lantas menyebutkan bahwa kedatangan Abraham, Chilwell,  dan Sancho di kamp pelatihan Inggris jelang pertandingan melawan Wales, Belgia,  dan Denmark pekan ini akan ditunda.

Sancho memposting di Instagram: “ Saya ingin meminta maaf karena melanggar pedoman pemerintah. Saya memang tidak tahu berapa jumlah orang yang hadir. Saya bertanggung jawab penuh atas tindakan saya. Saya akan memastikan ke depan bahwa saya belajar dari ini.

Sedangkan Tammy Abraham mengaku tidak mengetahui tentang pesta tersebut hingga ia tiba di rumahnya setelah Chelsea menang 4-0 atas Crystal Palace.  Ia dan Chilwell ikut main dalam pertandingan itu.

Dalam permintaan maafnya sendiri, penyerang Chelsea itu berkata: “ Saya tiba di rumah dan menemukan pertemuan kejutan itu. Meskipun saya sama sekali tidak menyadari ini telah direncanakan, saya ingin dengan sepenuh hati meminta maaf atas kenaifan ini,’’ katanya. (*)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.