Alexa Metrics

Tiongkok Siap Kirim Vaksin COVID-19 ke Indonesia

Tiongkok Siap Kirim Vaksin COVID-19 ke Indonesia Menko Marves Luhut Pandjaitan, Menkes Terawan, Dirut PT Bio Farma Honesti Basyir berfoto bersama para produsen vaksin RRC. (foto dok humas Kemenko Marves)
indopos.co.id – Setelah bertemu Menlu China, Menko Maritim dan Investasi (Marves) Luhut Pandjaitan menemui beberapa pimpinan produsen vaksin COVID-19. Pertemuan itu untuk mempersiapkan pelaksanaan vaksinasi, transfer teknologi, dan penjajakan regional dalam rangka produksi vaksin di Indonesia. 
Para pimpinan  produsen vaksin yang ditemui Luhut itu adalah produsen vaksin Cansino, vaksin G42/Sinopharm, dan vaksin Sinovac. Dalam pertemuan itu, Luhut didampingi Menkes Terawan Agus Putranto, Dubes RI untuk RRC Djauhari Oratmangun, dan Dirut PT Bio Farma Honesti Basyir.
Usai pertemuan itu, Menkes Terawan menjelaskan kalau jumlah vaksin yang disanggupi masing-masing perusahaan beragam, dilihat dari kapasitas produksi dan komitmen kepada pembeli lain. Untuk tahun ini produsen vaksin Cansino menyanggupi 100 ribu vaksin single dose. Sedangkan produsen vaksin G42/Sinopharm menyanggupi 15 juta dosis vaksin dual dose tahun ini juga, yang 5 juta dosis akan mulai dikirim ke Indonesia pada November 2020. Sedangkan produsen vaksin Sinovac menyanggupi 3 juta dosis vaksin hingga akhir Desember 2020, dengan komitmen pengiriman 1,5 juta dosis vaksin single dose vials pada November 2020, dan 1,5 juta dosis vaksin single dose vials lagi pada Desember 2020, ditambah 15 juta dosis vaksin dalam bentuk bulk.
Untuk tahun depan, produsen vaksin Sinopharm mengupayakan 50 juta vaksin dual dose, produsen vaksin Cansino mengirimkan 20 juta single dose, dan produsen vaksin Sinovac mengirimkan  125 juta dual dose. Single dose sendiri maksudnya satu dosis vaksinasi untuk satu orang, sedangkan dual dose adalah dua kali vaksinasi untuk satu orang.
Diuraikan Terawan, persiapan detail untuk program vaksinasi ini terus dilakukan, dengan prioritas para tenaga kesehatan dan aparat keamanan yang berada di garis terdepan dalam penanganan COVID-19. Menurutnya, pihaknya telah menyiapkan program vaksinasi COVID-19, serta mengambil langkah dalam  memastikan kesiapan fasilitas kesehatan di Indonesia, termasuk melakukan simulasi di beberapa Puskesmas.
”Pada tahap awal, kami akan memberikan prioritas vaksin kepada mereka yang di garda terdepan, yaitu medis dan paramedis, pelayanan public, TNI/Polri, dan seluruh tenaga pendidik,” kata Menkes Terawan di China, sesuai siaran pers Kemenko Marves Senin (12/10).
Selain itu, dalam menjaga akuntabilitas pengadaan vaksin, maka vaksin yang dibayarkan pemerintah maupun yang mandiri tetap harus melalui PT Bio Farma sebagai BUMN yang ditunjuk untuk pengadaan vaksin. Sebagai bagian dari transparansi dan akuntabilitas, dalam waktu dekat PT Bio Farma diminta memaparkan kepada publik mengenai biaya pembelian vaksin dari semua mitra kerjasamanya. PT Bio Farma sendiri adalah salah satu dari sekitar 29 produsen vaksin dari 22 negara yang telah memperoleh Prakualifikasi Badan Kesehatan Dunia (PQ WHO), sehingga dipercaya dapat memenuhi kebutuhan vaksin di lebih dari 150 negara.
Terawan menegaskan para garda terdepan, dan yang tidak mampu secara ekonomi akan dibayarkan vaksinnya oleh pemerintah. ”Mereka yang di garda terdepan, dan peserta PBI (Penerima Bantuan Iuran) dalam BPJS Kesehatan akan ditanggung biaya vaksinnya oleh pemerintah,” tandas Terawan. (ind)



Apa Pendapatmu?