Bawaslu RI Sebut 700 ASN Langgar Netralitasi Pegawai

indopos.co.id – Divisi Pengawasan dan Sosialisasi Bawaslu RI Mochammad Afifuddin menyampaikan sekitar 700 ASN (aparatur sipil negara) terlibat pelanggaran, khususnya netralitas menjelang Pilkada Serentak 2020.

”Sementara yang kita rekap dari 1.500 kejadian pelanggaran, khusus netralitas ASN itu sekitar 700-an dan sudah kita sampaikan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) semua,” kata Afifuddin di Magelang, Sabtu (10/10).

Ia juga menyampaikan hal tersebut usai menghadiri simulasi pemungutan dan penghitungan suara dalam Pilkada Serentak 2020 di Magelang. Menurut Afifuddin, sebagain besar dari pelanggaran ASN tersebut sudah diputus dan sebagian belum.

”Hal ini sebenarnya mengkonfirmasi tentang potensi yang kita petakan dalam tiga titik kerawanan, yakni validitas daftar pemilih tetap (DPT), netralitas ASN, dan politik uang,” katanya.

Politik uang, katanya, biasanya meriah di tahapan kampanye sampai di hari H. Sedangkan pelanggaran protokol kesehatan, ia menuturkan merupakan pelanggaran baru yang perlu kecermatan.

“Dalam masa 10 hari kampanye kita sudah evaluasi, dari sebanyak 9.189 kejadian, terdapat 256 pelanggaran, dan 70 sudah kita kasih peringatan dan sebagiannya kita cegah sebelum mereka arak-arakan, atau berkumpul lebih dari 50 orang,” katanya juga.

Di masa Pandemi COVID-19 ini, katanya juga, peraturan soal protokol kesehatan merupakan beban penyelenggaraan Pilkada Serentak yang baru. Afifuddin mengatakan protokol kesehatan ini prasyarat dari pelaksanaan pilkada kalau mau dilanjutkan, maka harus dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan.

”Kemudian dinormalkan semua tahapan, dulu pemilih tidak pakai masker, sekarang harus pakai masker dan seterusnya,” katanya.

Ia menyebutkan dari 70 kasus yang sudah diberi peringatan, disarankan untuk dihentikan atau mengurangi sampai dengan batasan, tetapi kalau tetap berlangsung kegiatan dibubarkan. (ant)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.