Alexa Metrics

Menhan Sebut Kerusuhan Demo UU Ciptaker Ditunggangi Asing

Menhan Sebut Kerusuhan Demo UU Ciptaker Ditunggangi Asing Aksi di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (8/10/2020), mulai rusuh, sejumlah demonstran mulai saling lempar batu dan aparat menembakkan gas air mata dan watercanon. Foto: Suhartono/INDOPOS.

indopos.co.id – Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menyebutkan kerusuhan yang terjadi dalam aksi demonstrasi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja beberapa waktu lalu ditunggangi pihak asing.

“Saya ga yakin pemuda atau mahasiswa melakukan kerusuhan. Ini pasti anasir yang dibiayai asing,” ujarnya dalam sebuah wawancara yang dirilis DPP Partai Gerindra, yang diterima di Jakarta, Selasa (13/10/2020).

Menurut Prabowo, tidak mungkin seorang patriot membakar milik rakyat.

“Kalau mau demo silahkan, demokrasi itu boleh demo. Tapi masa bakar milik rakyat. Jadi kalau sudah begitu kita harus sangat waspada,” jelasnya.

Menurut dia, banyak dari mereka yang kemarin demo itu belum baca hasil Omnibus Law itu dan banyak hoaks. Hoaks yang mengiringi UU Cipta Kerja bertujuan menimbulkan kekacauan di dalam negeri.

“Ada kekuatan-kekuatan asing, ada negara-negara tertentu di dunia yang tidak pernah suka Indonesia aman dan maju,” tegas Prabowo.

Prabowo menceritakan, dirinya sempat terperangkap dalam aksi massa penolakan UU Cipta Kerja. Dia pun menyayangkan, saat menggelar aksinya banyak mahasiswa yang tidak menggunakan masker dan tidak menjaga jarak di tengah pandemi COVID-19.

“Ini kan mencelakakan anak-anak kita. Dalang ini tidak bertanggung jawab sama sekali. Saya sangat prihatin. Ini kan lagi COVID-19,” ujarnya.

Prabowo pun meminta semua pihak bersabar dan mempersilakan untuk melakukan uji materi atau judicial review atas UU Cipta Kerja ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Cobalah kita sabar, kita atasi dulu, kita coba. Kalau UU ini tidak bagus pelaksanaannya, tidak baik, bawalah ke judicial review, ke MK, sudah berkali-kali kok dalam sejarah terjadi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menjelaskan, UU Cipta Kerja yang dipelopori Presiden Joko Widodo memiliki tujuan yang baik. Yakni mengurangi hambatan-hambatan yang bisa membuat lambat kebangkitan ekonomi di Indonesia

Apalagi, Indonesia saat ini tengah diterpa Pandemi COVID-19 yang berdampak negatif ke semua sektor. Buruh juga menjadi salah satu yang terdampak dari keadaan yang terjadi saat ini.

“Jadi ini kadang-kadang suatu dilema, katakanlah buah simalakama. Kita mau bantu buruh sekarang dan semua yang sulit tidak hanya buruh. Kalau terlalu kenceng terhadap pengusaha, pengusaha akan pindah,” pungkasnya.(dai)



Apa Pendapatmu?