Polisi Tangkap Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat dan Anton Permana

indopos.co.id – Operasi penangkapan terhadap tokoh-tokoh yang dikenal kritis terhadap kebijakan pemerintah mendadak dilakukan polisi dalam dua hari terakhir. Tercatat sudah tiga tokoh kritis yang juga merupakan pentolan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang sudah ditangkap. Mereka adalah Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat dan Anton Permana.

Kepala Biro (Karo) Penerangan Masyarakat (Penmas) Divisi Humas Mabes (Mabes) Polri (Kepolisian Republik Indonesia) Brigadir Jenderal Awi Setiyono mengatakan, mereka ditangkap pada Senin malam (12/10/2020) dan Selasa dini hari (13/10/2020).

Baca Juga :

”Ya mereka ditangkap pada Senin dan Selasa,” ujar Awi singkat, Selasa (13/10/2020).

Terkait penangkapan terhadap Syahganda, Kepala Divisi (Kadiv) Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono membenarkan penangkapan tersebut. ”Ya benar,” singkatnya.

Sebelumnya beredar surat perintah penangkapan terhadap Anton di media sosial sepanjang Senin malam. Berdasarkan surat perintah (sprint) penangkapan bernomor SP.Kap/65/X/2020/Dittipidsiber Syahganda Nainggolan, dan Anton sesuai sprint penangkapan bernomor SP.Kap/164/X/2020/Dittipidsiber, keduanya dijerat Pasal 45 jo Pasal 28 UU ITE No.19 Tahun 2016 tentang pencemaran nama baik dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. Hal yang sama diberlakukan kepada Anton Permana yang postingan kritisnya di akun facebooknya dinilai menyebarkan hoaks kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua Komite Eksekutif KAMI Ahmad Yani yang juga anggota DPR RI dari PPP mengatakan kalau pihaknya sudah membentuk tim hukum untuk pendampingan Anton, Syahganda dan Jumhur. ”Kami sudah membentuk tim. Setelah administrasi kami siapkan, Insya Allah jam dua siang ini kami ke Bareskrim (Badan Reserse Kriminal) dengan tim hukum yang lain,” tegasnya.

Sebelumnya, pada Minggu (11/10/2020) aparat Polda (Kepolisian Daerah) Sumatera Utara juga menangkap Ketua KAMI Kota Medan Khairi Amri dengan tuduhan menyebarkan kabar bohong dan hasutan ke tengah masyarakat. Begitu ditangkap, besoknya polisi menerbangkan Khairi ke Jakarta untuk dilakukan proses hukum di Bareskrim Polri.(ind)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.