SBY Sebut Dirinya Dekat dengan Airlangga, Luhut dan Megawati

indopos.co.id – Presiden ke-6 Republik Indonesia yang juga Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ”curhat” setelah namanya dan nama partai besutannya disebut-sebut ada di balik aksi unjuk rasa kaum buruh dan mahasiswa yang menentang UU (Undang-Undang) Cipta Kerja.

Melalui akun youtube pribadinya, SBY meminta pemerintah segera mengungkap dalang atau oknum yang menunggangi aksi anarkis dalam aksi unjuk rasa pada Kamis (9/10/2020) lalu di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Jakarta. Ia pun tak yakin kalau dirinyalah yang dituding sebagai dalang yang menggerakan, menunggangi, dan membiayai aksi unjuk rasa tersebut.

Baca Juga :

”Enggak tahu saya. Enggak tahu. Apa barangkali nasib saya dibeginikan terus ya ? Jadi lebih bagus kalau memang menggerakkan, menunggangi, membiayai itu oleh negara dianggap kejahatan, melanggar hukum. Dan hukum harus ditegakkan, jadi lebih baik disebutkan. Kalau tidak, nanti dikira negara melakukan hoaks,” tutur SBY.

SBY juga mengaku kalau selama ini hubungannya dengan Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, maupun dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto juga baik. Bahkan dengan Badan Intelijen Negara (BIN) juga baik.

Baca Juga :

SBY: Kita Pilih Persatuan, Bukan Perpecahan

”Hubungan saya dengan Airlangga selama ini baik, dengan Luhut juga baik. Dengan BIN juga gak ada masalah. Saya gak yakin BIN anggap saya sebagai musuh negara,” lontar pria penerima gelar bangsawan Inggris ini.

Ia juga menegaskan kalau dirinya berhubungan baik dengan para petinggi PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan), walau saat dirinya menjadi Presiden RI selama dua periode, PDIP mengambil pihak menjadi oposisi pemerintahannya.

Baca Juga :

”Suudzon gak baik. Saya dulu menghormati semua, misalkan PDI Perjuangan beroposisi dengan pemerintahan saya. Tapi saya tetap menjaga silaturahmi dengan para petinggi PDI Perjuangan. Saya menghormati Ibu Megawati sebagai presiden sebelum saya, kakak saya. Hubungan saya dengan almarhum Pak Taufik Kiemas juga baik, jadi gak ada masalah apapun,” ungkap SBY.

SBY juga mengaku tak pernah berpikir untuk menggerakkan, menunggangi, maupun membiayai aksi unjuk rasa UU Cipta Kerja itu. Bahkan walau dirinya memiliki kemampuan untuk melakukan itu, ia tak pernah berpikir untuk melakukan langkah yang tidak tepat seperti itu.

”Andai kata saya ini punya kemampuan menggerakkan massa begitu luas di tanah air kemarin. Andai kata saya punya uang, dan uangnya banyak untuk menggerakkan aksi seperti itu. Saya tidak punya niat. Tidak terpikir untuk melakukan sesuatu yang menurut saya tidak tepat saya lakukan. Jadi kalau tiba-tiba kemarin saya dituduh seperti itu, ndak bagus kalau negeri kita makin subur fitnah, hoaks, tuduhan enggak berdasar,” ujar SBY.

Lebih lanjut, ia mengingat kembali kejadian pada tahun 2016 lalu. SBY mengatakan pada saat itu juga dituduh telah membiayai dan menunggangi salah satu aksi demo besar. SBY menegaskan, tudingan yang dialamatkan kepada dirinya tersebut hanyalah hoaks belaka.

”Saya jadi korban dan jangan lupa kemarin elemen masyarakat yang unjuk asa di mana-mana, kalau dianggap ditunggangi oleh orang seperti saya, dikasih uang, mereka juga terhina. Tentu merasa terhina. Saya ini orang tua pernah berjuang sebagai prajurit selama 30 tahun, pernah juga berada di pemerintahan 15 tahun. Mengertilah pemerintahan itu menghadapi banyak masalah dan masalah itu harus dipecahkan,” papar SBY lagi.

Menurut SBY, apabila umat beriman senang memfitnah, hal tersebut sama saja dengan mempermainkan Tuhan. ”Sebagai umat yang beriman kalau kita senang dan suka memfitnah, suka mempermainkan kebenaran, itu sama dengan mempermainkan Tuhan. Dan saya prihatin, sekarang makin berkembang seperti ini. Tapi yang jelas, lagi-lagi saya harus bersabar,” pungkasnya.(ind)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.