Alexa Metrics

Proyek LRT Jabodetabek Gas Pol

Proyek LRT Jabodetabek Gas Pol INFRASTRUKTUR- Ilustrasi pengerjaan proyek LRT Jabodebek di Jakarta Timur. DOK INDOPOS
indopos.co.id – Perusahaan konsultan asal Singapura, SMEC melanjutkan kemitraan dengan Oriental Consultants Global (OCG) dalam pengawasan proyek Light Rail Transit Jabodetabek, setelah proyek LRT di Palembang beroperasi.
Manajer Regional SMEC Surbana Jurong di Indonesia Allan Tandiono mengatakan saat ini dibangun sistem untuk menghubungkan kota Jakarta Pusat dengan pinggiran kota di wilayah metropolitan Jakarta Raya seperti Bogor, Depok dan Bekasi.
”Mengetahui kebutuhan mendesak akan sistem transportasi umum yang cepat, andal, aman dan nyaman di Indonesia, kami sangat senang diberi kesempatan sekali lagi oleh Kementerian Perhubungan RI untuk menyampaikan proyek sebesar ini. Kami senang bisa bermitra bersama lagi dengan OCG dalam proyek infrastruktur besar lainnya,”jelasnya di Jakarta, Selasa (13/10/2020).
Saat ini total panjang alinyemen LRT Jabodebek akan mencapai 43,3 km dengan total 17 stasiun, diantaranya Stasiun Cawang pusat di titik tengah Jalur 1, 2 dan 3. Proyek ini juga mencakup Depo 10ha di akhir Jalur 3 di Bekasi.
Proyek LRT Jabodebek ditargetkan selesai untuk operasi komersial pada 2022. LRT Jabodebek merupakan Proyek Strategis Nasional terbesar yang saat ini sedang dikerjakan oleh Indonesia Direktorat Jenderal Perkeretaapian (Ditjen) Pemerintah di Kementerian Perhubungan.
Sementara itu, Manajer Proyek OCG Ryuji Manai menjelaskan dari perspektif teknik, proyek ini menghadirkan tantangan teknis signifikan yang membutuhkan kedalaman keahlian dan inovasi. Dia mencontohkan untuk Jembatan Longspan (bentang utama 148m radius 115m) sebagai bagian dari proyek akan menjadi jembatan dengan lengkung terpanjang dan kantilever seimbang di dunia.
Pihaknya mengadopsi teknik isolasi seismik, termasuk timbal rubber bearing (LRB) dengan alat penjepit dan sistem peringatan seismik dini. Teknologi ini belum pernah diadopsi sebelumnya bagi proyek perkeretaapian di Indonesia dan jarang diterapkan di seluruh dunia. ”Tim SMEC adalah kontributor utama untuk proyek ini dan memainkan peran penting terutama dalam sistem kereta api serta teknik mesin, listrik dan perpipaan (MEP), ”kata Manai.
Menurutnya dengan pengalaman mereka di proyek LRT Palembang telah membantu dalam memberikan referensi spesifikasi teknis dan kualitas jaminan. Kolaborasi SMEC dan OCG telah dimulai pada 2011 dan telah berkembang selama delapan tahun terakhir hingga mencakup pengiriman berbagai proyek infrastruktur global besar. Beberapa proyek diantaranya telah didanai oleh pemerintah Jepang.
Contoh proyek ini, selain LRT Jabodebek, termasuk proyek Jembatan Kereta Api Jamuna di Bangladesh, proyek New Kelani Bridge di Sri Lanka, dan proyek DED Tahap 2 di Filipina, North South Commuter Railway (NSCR). Pada Agustus 2020, kedua perusahaan secara resmi memperbarui kemitraan jangka panjang dengan menandatangani tiga tahun memorandum of understanding (MoU). (dni)



Apa Pendapatmu?