Alexa Metrics

Belum Apa-Apa Remnya Sudah Dikendorkan

Belum Apa-Apa Remnya Sudah Dikendorkan Petugas Ditlantas Polda Metro Jaya menggunakan kostum zebra membawa poster sosialisasi untuk menggunakan masker di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (4/10/2020). (Foto: ANTARA /Aprillio Akbar/foc)

indopos.co.id – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mulai mengendorkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Ibu Kota saat ini memasuki PSBB transisi. Tuas rem darurat sudah tidak ditarik lagi. Tempat-tempat pariwisata yang semula ditutup kini dibuka. Bioskop pun akan kembali dibuka dengan syarat-syarat tertentu. Padahal, penambahan kasus baru COVID-19 di Jakarta masih tertinggi.

Pada Senin (12/10) dilaporkan terjadi penambahan di DKI Jakarta sebesar 1.211 kasus. Disusul Jawa Timur 296 kasus, Jawa Barat 286 kasus, Jawa Tengah 239 kasus, dan Riau 209 kasus.

Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto memastikan penanganan dan pengawasan kebijakan pengendalian COVID-19 yang jauh lebih ketat terhadap 12 kabupaten dan kota dengan kasus aktif COVID-19 melebihi 1.000 orang.

Daerah  prioritas penanganan COVID-19 adalah Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Kota Pekanbaru, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Kota Padang, Kota Jayapura, Kota Bekasi, Kota Depok, Kabupaten Bogor, Jakarta Utara, dan Kota Ambon. Ke-12 daerah itu menjadi wilayah prioritas dalam penanganan COVID-19 karena memiliki lebih dari 1.000 kasus aktif COVID-19 dan menyumbang 30 persen kasus aktif COVID-19 secara nasional.

’’Satgas Penanganan COVID-19 akan menambahkan terutama pengetatan protokol dan monitoring data termasuk kaitan dengan ketersediaan perawatan, baik yang ringan, sedang, maupun (perawatan) di ICU,’’ ujar Airlangga di Jakarta, Senin (12/10).

Airlangga juga memastikan pengawasan lebih ketat kepada delapan provinsi dan tiga provinsi tambahan yang menjadi prioritas dengan meningkatkan kapasitas tes, pelacakan dan perawatan pasien. Menurut data terakhir dari Satgas Penanganan COVID-19, awalnya pemerintah menetapkan delapan provinsi prioritas penanganan COVID-19, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sumatra Utara, dan Papua. Kemudian, Satgas COVID-19 menambah dua provinsi prioritas, yakni Bali dan Aceh.

Sementara itu, kasus baru konfirmasi positif COVID-19 di Indonesia berdasarkan data Kementerian Kesehatan yang dilaporkan Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Senin, hingga pukul 12.00 WIB mencapai 3.267 kasus, sehingga total menjadi 336.716 kasus.

Berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19 yang diterima di Jakarta, Sabtu, pasien sembuh per Senin ini bertambah 3.492 orang dengan total pasien COVID-19 yang berhasil pulih menjadi 258.591 orang.

Sementara untuk kasus pasien terkonfirmasi positif COVID-19 yang meninggal hingga kini bertambah 91 jiwa menjadi 11.935 kematian. Sedangkan saat ini pemerintah juga mengawasi 154.532 orang yang dikategorikan sebagai saspek COVID-19 dan dipantau kondisi kesehatannya.

Jumlah tersebut didapatkan dari spesimen yang diperiksa per hari ini sebanyak 39.285 spesimen dengan total 3.802.093 spesimen yang telah diperiksa.

Penambahan kasus pada Senin ini turun dibandingkan hari sebelumnya yaitu Minggu (11/10) yang berjumlah 4.497 kasus.

Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Doni Monardo menyatakan sekitar 80-85 persen angka kematian COVID-19 di Indonesia terjadi pada kelompok rentan yaitu lansia, anak-anak, dan orang dengan penyakit bawaan atau komorbid.

Doni dalam konferensi pers secara virtual yang dipantau di Jakarta, Senin, meminta seluruh masyarakat menghindari kerumunan apabila berada di luar rumah dan selalu menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 dengan disiplin.

Doni yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerangkan 7 persen dari pasien COVID-19 yang dirawat di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran Jakarta adalah orang-orang yang kesehariannya tidak beraktivitas di luar rumah dan sangat mematuhi protokol kesehatan dengan ketat.

’’Artinya apa? Sudah pasti ada anggota keluarga yang keluar rumah, berada di kerumunan yang berpotensi terjadinya penularan, dan membawa virus ke rumah menulari anggota keluarganya yang lain,’’ kata dia.

Karena itu Doni meminta masyarakat yang berada di luar rumah agar tidak membuat kerumunan karena dampaknya sangat fatal. Bisa menularkan virus kepada keluarga di rumah.

’’Mereka yang terpapar usia muda mungkin tidak apa-apa, tapi ingat setiap dari kita punya orang tua, orang yang kita sayangi. Hampir pasti di keluarga kita ada anggota keluarga yang termasuk dalam kelompok rentan, yaitu lansia di atas 60 tahun, pemilik penyakit penyerta seperti hipertensi, penyakit jantung, diabetes, paru dan penyakit kronis lainnya yang ketika terpapar akan sangat berbahaya,’’ katanya.

Karena itu Doni menegaskan agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19 dengan ketat. Yaitu dengan menerapkan prinsip 3M, memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan dan mencuci tangan dengan sabun.

Banyak yang Sembuh

Juru bicara pemerintah Reisa Broto Asmoro mengatakan hingga saat ini semakin banyak orang di Indonesia yang sembuh atau selesai menjalani isolasi COVID-19. ’’Semakin banyak saudara-saudara kita yang tadinya dirawat kini telah sembuh dari COVID-19,’’ ujar Reisa dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Dia mengatakan dari total kasus aktif Indonesia yang saat ini berjumlah 66.262 kasus, sebanyak 3.492 kasus sudah selesai menjalani isolasi dan perawatan. Angka kesembuhan COVID-19 di Indonesia meningkat. Hingga Senin (12/10) sudah 258.519 kasus yang dinyatakan pulih kembali atau sembuh.  Sementara sampai akhir pekan kemarin rata-rata angka kesembuhan di Indonesia naik menjadi 76,4 persen dibandingkan pekan sebelumnya 75,2 persen. (ant/nas/cok)



Apa Pendapatmu?