Alexa Metrics

Defleksi Mount Lucuti Superioritas Setan Merah

Defleksi Mount Lucuti Superioritas Setan Merah Foto: AFP

indopos.co.id – Tendangan Mason Mount membentur sepatu bot Toby Alderweireld. Bola melewati kiper Simon Mignolet. Mantan kiper Liverpool itu mati gaya. Ia hanya bisa menatap ke gawang sebelah kiri. Bola meluncur tinggi ke pojok kiri gawangnya. Superioritas Belgia yang tidak terkalahkan dalam 13 pertandingan terakhir berakhir di Stadion Wembley London, Minggu (12/10). Sudah dua tahun ini Belgia yang masuk di Liga A Grup 2 juga berjuluk The Red Devils atau Setan Merah tak pernah tersentuh kekalahan.

Pada pertandingan lain Liga A Grup 3, Kroasia meringkus tamunya Swedia  2-1 di Stadion Maksimir Zagreb. Sementara Polandia yang menjamu Italia di Stadion Energa Gdanks dan Prancis yang melayani tamunya Portugal di Stade de France Saint-Denis ‘’memilih bermain kompromi’’ 0-0.

Di babak pertama, Belgia merebut permainan dari Inggris., tapi tidak dengan babak kedua. Belgia seolah-olah menabrak dinding bata. Kyle Walker tampil luar biasa. Harry Maguire juga bermain sangat bagus.

Inggris juga menjaga lini belakangnya dengan baik. Belgia tampil tampa bintangnya Eden Hazard. Fakta ini seolah-olah sebanding dengan Inggris yang tidak bisa menurunkan Raheem Sterling.

Dalam situasi seperti itu, karakter tim jadi taruhan. Gareth Southgate tahu bahwa level performa Inggris bisa lebih baik dari ini. Mengalahkan Belgia dalam pertandingan kompetitif sama kualitasnya dengan kemenangan atas Spanyol di kompetisi ini hampir dua tahun lalu.

Belgia merasa mereka seharusnya tidak kalah, tetapi itulah yang terjadi. Inggris beruntung. Mereka bermain cukup oportunis di bawah Southgate. Itulah salah satu kekuatan mereka. Mereka memenangkan permainan yang mungkin telah hilang dari generasi sebelumnya.

Ada kalanya Belgia tampak sangat unggul, ketika umpan umpan Kevin De Bruyne membelah lini belakang Inggris. Untungnya kualitas umpan terukur De Bruyne itu tidak kunjung nongol dalam pertandingan itu.  Inggris seolah-olah menemukan cara untuk menang meskipun cenderung karena faktor hoki saja.

Lini depan dan tengah Inggris agak mengecewakan. Hilangnya sterling sangat terasa. Inggris harus bersyukur karena masih bisa menang.  Belgia lebih fleksibel, lebih terorganisasi, dan inventif, sama seperti yang mereka lakukan di Piala Dunia 2018. (*)



Apa Pendapatmu?