Alexa Metrics

Terkait Penangkapan 8 Anggota KAMI, Ini Keterangan Polisi

Terkait Penangkapan 8 Anggota KAMI, Ini Keterangan Polisi Deklarasi KAMI di Jakarta beberapa waktu lalu. DOK Indopos

indopos.co.id – Serangkaian penangkapan oleh Polisi terhadap 8 anggota dan petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Medan dan Jakarta mendapat perhatian besar masyarakat. Terlebih, 5 orang di antaranya langsung ditetapkan sebagai tersangka.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono menyebut 4 orang yang ditangkap di Medan telah ditetapkan sebagai tersangka. Selain itu, tersangka lain dari penangkapan di Jakarta dan sekitarnya, yang salah satunya adalah KA yang ditangkap di Tangerang Selatan.

“Yang sudah 1×24 jam sudah menjadi tersangka, tapi yang masih belum, masih proses pemeriksaan hari ini. Karena ada juga 1 orang tidak mau diperiksa karena menunggu pengacaranya, ya kita tunggu,” kata Awi, dalam konferensi pers di kantornya, Selasa (13/10/2020).

“Yang di Medan sudah, semuanya sudah ditahan. Dan semua ditarik untuk pemeriksaannya di Bareskrim Mabes Polri. Yang Jakarta yang (ditangkap) tanggal 12 ini berarti sudah lebih dari 1×24 jam, yang 1, yang 2 belum, kemudian 1 lagi yang Tangsel ini sudah lebih, sudah ditahan,” kata Awi.

Dijelaskan Awi, mereka yang dikenakan pasal dalam UU ITE serta pasal penghasutan dalam KUHP. Awi menjelaskan pasal-pasal yang menjerat para anggota dan petinggi KAMI hingga ditangkap aparat kepolisian.

“Mereka dipersangkakan melanggar setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan terhadap individu atau kelompok tertentu berdasarkan atas SARA dan/atau penghasutan,” kata Awi.

Para pentolan KAMI dijerat dengan pasal dalam UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Selain itu, mereka juga dijerat pasal penghasutan dalam KUHP.

“Jadi sesuai pasal 45A ayat 2 UURI No 19 tahun 2016 tentang ITE dan/atau Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan,” ujarnya.

Awi juga menjelaskan ancaman hukuman bagi anggota KAMI yang ditangkap. Mereka terancam hukuman 6 tahun penjara.

“Untuk ancaman pidananya untuk yang UU ITE 6 tahun pidana penjara atau denda Rp 1 miliar, dan untuk penghasutannya di Pasal 160 KUHP ancaman pidananya adalah 6 tahun pidana penjara,” jelasnya.

Awi menyebut Polri masih melakukan pemeriksaan secara intensif. Polri juga akan menunggu pendampingan hukum bagi mereka yang belum didampingi pengacara.

“Dalam pemeriksaan dalam 1×24 jam ini tentunya Polri akan melakukan pemeriksaan secara intensif, sambal juga menunggu yang beberapa belum ada pengacaranya, kita tunggu dan tentunya nanti akan ditindaklanjuti terkait dengan penyidikannya,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, Bareskrim Polri menangkap petinggi dan anggota Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Total ada 8 anggota KAMI Medan dan Jakarta yang ditangkap.

“Medan KAMI: Juliana, Devi, Khairi Amri, Wahyu Rasari Putri. Jakarta: Anton Permana, Syahganda Nainggolan, Jumhur, Kingkin,” kata Awi.

Sementara itu, Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Din Syamsuddin membenarkan tiga orang koleganya ditangkap polisi. “Iya benar,” ucap Din.

Ia mengatakan, untuk tahap awal KAMI bakal mengirimkan tim hukum untuk mendampingi mereka.

“KAMI punya tim hukum. Harap tanya Ahmad Yani, karena ini porsi Komite Eksekutif,” ungkapnya. (wok)



Apa Pendapatmu?