Alexa Metrics

92 Persen Warga Lebak Sudah Punya KTP-el

92 Persen Warga Lebak Sudah Punya KTP-el Indopos.co.id – Penyelesaian program KTP elekronik atau e-KTP di Kabupaten Lebak tinggal selangkah lagi. Kini tersisa 8 persen warga daerah paling ujung di Provinsi Banten itu yang belum memiliki KTP nasional. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) mencatat warga yang sudah memiliki e-KTP sebanyak 92 persen dari 947 ribu wajib wajib KTP elektronik (KTP-el). Karenanya, […]

Indopos.co.id – Penyelesaian program  KTP elekronik atau e-KTP di Kabupaten Lebak tinggal selangkah lagi. Kini tersisa 8 persen warga daerah paling ujung di Provinsi Banten itu yang belum memiliki KTP nasional.

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) mencatat warga yang sudah memiliki e-KTP sebanyak 92 persen dari 947 ribu wajib wajib KTP elektronik (KTP-el). Karenanya, Disdukcapil mengimbah kepada warga yang belum memikiki e-KTP atau melakukan perekaman segera mengurusnya.

”Sudah 92 persen warga Lebak yang memiliki e-KTP atau tinggal delapan persen lagi,” terang Kepala Disdukcapil Kabupaten Lebak Ujang Bahrudin kepada INDOPOS,Senin (12/10).

Ia juga mengatakan pada masa Pandemi COVID- 19 ini, atau sejak 7 September 2020 lalu layanan pembuatan dokumen kependudukan dilakukan secara online, seperti membuat kartu keluarga (KK), akta kematian, surat pindah, dan biodata WNI masih bisa dilayani.

Tujuannya, untuk mencegah terjadinya penyebaran virus corona kepada masyarakat dan pegawai. ”Layanannya online, kalau sudah jadi dokumen kependudukan langsung kita kirim via JNE,” ujar mantan Kepala Dinkop dan UKM Lebak ini juga.

Ujang juga mengatakan, staf Disdukcapil tetap bekerja di rumahnya masing-masing atau WFH (work from home). ”Kami siap melayani masyarakat yang akan membuat dokumen kependudukan via online, kecuali pembuatan KTP elektronik,” terangnya juga.

”Untuk e-KTP belum bisa dilakukan secara online lantaran Direktorat Jenderal Dukcapil Kemendagri belum mengizinkan. Jadi warga harus datang ke kantor kecamatan untuk melakukan perekaman,” sambungnya.

Karena itu, dia minta kepada kantor kecamatan dan desa untuk menyosialisasikan pelayanan online Disdukcapil kepada masyarakat. Sehingga, masyarakat yang akan membuat KK, surat pindah, dan akta kematian bisa mendatangi kantor kecamatan di masing-masing daerah.

”Pelayanan online untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat yang membutuhkan dokumen kependudukan dengan cepat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Lebak Zaenal Faoji mengapresiasi komitmen Disdukcapil Lebak yang tetap memberikan pelayanan maksimal terhadap masyarakat di masa Pandemi COVID-19 ini.

Dia yakin, pelayanan secara online dilakukan dapat memudahkan masyarakat dalam mendapatkan dokumen kependudukan. Khususnya kartu keluarga, akta kematian, dan surat pindah. ”Kalau untuk KTP elektronik memang belum bisa dilayani, karena enggak dapat izin dari Kemendagri,” tukasnya. (yas)

Ilustrasi (Foto: jpnn.com)



Apa Pendapatmu?