Alexa Metrics

Perusahaan ini Mendapatkan Izin Uji Klinis Obat COVID-19 Fase 1 di Korea

Perusahaan ini Mendapatkan Izin Uji Klinis Obat COVID-19 Fase 1 di Korea Daewoong Pharmaceutical (disediakan oleh Daewoong Pharmaceutical).

indopos.co.id – Daewoong Pharmaceutical dan Daewoong Therapeutics telah mendapatkan izin dari Kementerian Keamanan Makanan dan Obat Korea untuk segera dilakukan uji klinis obat COVID-19 fase 1 di Korea pada Kamis (8/10/2020).

Kemudian, saat ini Daewoong Pharmaceutical juga masih melakukan uji klinis untuk perawatan COVID-19 berbasis sel punca bernama ‘DWP710’ di Indonesia dan uji klinis fase 2 untuk Camostat (Foistar) di Korea dan Meksiko yang diharapkan dapat memberikan efek terapeutik bagi pasien COVID-19 bergejala ringan dan sedang.

Adapun uji klinis fase 1 untuk ‘DWRX2003’ (nama bahan Niclosamide) di Korea akan dilakukan di Chungnam National University Hospital, dimana obat akan digunakan pada orang yang sehat dan administrasi akan dimulai pada Oktober 2020.

Dalam uji klinis ini, Niclosamide atau plasebo akan ditetapkan secara acak, double blinded, terkontrol plasebo, dan diadministrasikan pada satu waktu untuk memastikan keamanan dan pemeliharaan konsentrasi obat dalam darah.

Daewoong Pharmaceutical juga mempercepat perkembangan global dengan melakukan uji klinis fase 1 untuk ‘DWRX2003’ di India dan Filipina, termasuk Korea. Di India, uji klinis fase 1 sedang dilakukan, obat akan digunakan pada orang yang sehat, memastikan keamanan pada kelompok uji coba pertama, dan uji klinis untuk kelompok kedua sedang berlangsung dengan lancar. Di Filipina, uji klinis fase 1 pada pasien COVID-19 dilakukan untuk menguji keamanan dan efek obat tersebut.

Daewoong Pharmaceutical berencana untuk melakukan uji klinis multinasional fase 2 dan 3 dalam tahun ini berdasarkan hasil uji klinis fase 1, dan akan segera mengajukan permohonan untuk mendapatkan Accelerated Approval dan Emergency Use Authorization setelah uji klinis fase 2 telah selesai.

Berdasarkan uji klinis terhadap subjek hewan, Daewoong Pharmaceutical juga memastikan bahwa ‘DWRX2003’ dapat menurunkan tingkat kematian pada pasien COVID-19. Dalam uji klinis ini, subjek hewan telah diberikan COVID-19 dan influenza secara bersamaan.

Uji klinis Niclosmaide yang dilakukan terhadap hewan menunjukkan bahwa 40 persen dari kelompok yang diberikan plasebo telah mati, sedangkan kelompok yang diberikan pengobatan 12 jam sebelum terinfeksi dan 7 hari setelah terinfeksi virus memiliki angka kematian nol.

Skor gejala klinis pada hari kedua pemberian obat menunjukkan peningkatan kondisi yang luar biasa sebesar 75 persen dibandingkan dengan kelompok kontrol ketika obat diberikan setelah gejala klinis memburuk pada hari ke-7 setelah diberikan infeksi virus.

“Kami akan memfokuskan semua upaya kami untuk mempercepat uji klinis dan mempersiapkan fase 2 dan fase 3 di Indonesia serta menyelesaikan hasil uji klinis fase 1 sehingga kami dapat mengembangkan perawatan COVID-19 secepat mungkin,” kata Chief Executive Officer Daewoong Pharmaceutical, Sengho Jeon kepada INDOPOS melalui keterangan tertulis, Rabu (14/10/2020).

Demi membantu pengobatan pasien COVID-19 di seluruh dunia, pihaknya akan berusaha keras mengembangkan pengobatan Niclosamide dan Camostat serta memperluas penelitian dan pengembangan untuk penyakit infeksi virus.

“Niclosamide adalah bahan yang telah terbukti memiliki efek yang dapat meningkatkan kondisi pasien COVID-19, dan kami berharap pengobatan ini dapat menekan komplikasi pada pasien kronis serta memberikan efek anti-virus yang kuat,” ujar Chief Executive Officer Daewoong Therapeutics, Min-seok Lee.

Pastinya, pihaknya akan bekerja sama dengan Daewoong Pharmaceutical untuk melakukan yang terbaik dalam berbagai penelitian dan pengembangan untuk mengembangka pengobatan yang efektif untuk penyakit infeksi virus lainnya.(mdo)



Apa Pendapatmu?