Aktivitas Ekonomi Menggeliat, Sejumlah Sarana Indoor Terapkan Aturan Ketat

indopos.co.id – Denyut nadi ekonomi Ibu Kota mulai terasa. Beragam aktivitas sempat tertunda menyusuk Pembatasan sosial Berskala besar (PSBB) mulai sedikit  longgar. Sejumlah obyek wisata mulai kembali buka untuk umum. Tidak sekadar tempat wisata di bawah kelolaan Pemerintah Provisi (Pemprov) DKI, sejumlah retoran dan tempat kebugaran mulai beraktivitas.

”Taman Arkeologi Onrust terdiri dari Pulau Cipir, Pulau Onrust, dan Pulau Kelor sudah dibuka untuk umum,” tutur Kepala Unit Pengelola Museum Kebaharian Jakarta Berkah Shadaya, di Jakarta, Selasa (13/10).

Baca Juga :

Wajib Pakai Sarung Tangan dan Isi Buku Tamu

Unit Pengelola Museum Kebaharian Jakarta membuka kembali Taman arkeologi Onrust di Kepulauan Seribu untuk umum sejak 12 Oktober. Setelah ditutup mulai 14 September 2020 karena pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jakarta.

Pembukaan taman arkeologi itu menyusul Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencabut status PSBB Jakarta menjadi PSBB transisi, sejak 11 Oktober 2020.

”Museum Bahari telah beroperasi sejak 12 Oktober 2020 dengan penerapan protokol kesehatan ketat,” tegas Berkah. Pada pembukaan itu, pengelola museum juga menerapkan pembatasan jumlah pengunjung, penyediaan tempat cuci tangan, dan cairan pembersih tangan (hand sanitizer).

”Termasuk penyemprotan cairan disinfektan secara berkala,” katanya.

Baca Juga :

Belum Apa-Apa Remnya Sudah Dikendorkan

Semantara itu, Pusat kebugaran (gym) sudah diizinkan dibuka kembali selama periode pemberlakuan PSBB transisi DKI Jakarta pada 12-25 Oktober 2020. Dokter spesialis kedokteran olah raga Michael Triangto, Sp.KO mengatakan orang-orang yang memutuskan untuk berolahraga di gym harus selalu menerapkan protokol kesehatan. Itu penting agar terlindung dari risiko penularan Virus Corona baru.

”Tetap harus jaga jarak dan pakai masker,” beber Michael.

Selain menjaga jarak aman dengan orang lain, dan memakai masker, hal lain sebetulnya berisiko penggunaan fasilitas publik bisa disentuh siapa saja. Misalnya, alat-alat olah raga, ruang ganti hingga kamar mandi. Sebaiknya, jangan memakai alat-alat publik bila kebersihannya tidak terjamin. Pastikan hanya memakai alat bersama bila sudah dibersihkan sehingga aman untuk dipakai.

”Barbel dan alat-alat lain harus selalu dilap,” imbuh dokter spesialis kedokteran olah raga Hario Tilarso.

Ada enam ketentuan khusus harus dipenuhi pelaku usaha pusat kebugaran. Pertama, maksimal kapasitas yang diizinkan 25 persen dari kapasitas. Kedua, jarak antarorang dan antaralat harus diatur secara signifikan dengan minimal jarak dua meter.

Ketiga, tidak boleh ada latihan bersama di dalam ruangan. Latihan semacam itu hanya diperbolehkan di luar ruangan. Keempat, pengelola diwajibkan menerapkan SOP protokol kesehatan secara ketat pada area publik yang dipakai bersama-sama. Kelima, pengelola harus menyiapkan fasilitas dalam ruangan dilengkapi alat pengatur sirkulasi udara. Keenam, petugas di lokasi wajib memakai masker, pelindung wajah, dan sarung tangan. (ash)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.