Alexa Metrics

Dinas Sosial Kalsel Monitoring Penyaluran BST

Dinas Sosial Kalsel Monitoring Penyaluran BST bst

indopos.co.id – Kepala Dinas Sosial Kalsel (Kalimantan Selatan) Siti Nuriyani mengatakan, pihaknya terus memonitoring dan evaluasi terkait penyaluran BST (Bantuan Sosial Tunai) bagi masyarakat terdampak COVID-19.

Seperti telah disosialisasikan sebelumnya, BST bagi masyarakat terdampak COVID-19 diperpanjang menjadi sembilan bulan, yakni sampai Desember 2020. Hanya saja ada pengurangan dari besaran bantuannya. Jika pada tahap 1, 2 dan 3 sebesar Rp600 ribu, maka tahap 4 sampai 9 menjadi Rp300 ribu.

Namun pihaknya menegaskan, tak ada pemotongan besaran bantuan yang disalurkan ke setiap penerima. Itu bisa dipastikan karena setiap penerima akan difoto sambil menyertakan KTP dan uang bantuannya. Sehingga semua menjadi sangat transparan.

“Kami juga terus memonitoring dan evaluasi ke dinas sosial di setiap kabupaten dan kota mengenai proses penyaluran BST,” ungkap Nuriyani saat dialogi di RRI (Radio Republik Indonesia) Kalsel bersama perwakilan Kantor Pos Kalsel, belum lama ini.

Dia menyebut, sejauh ini tak ada kendala berarti dalam proses penyaluran BST yang dikerjasamakan dengan PT Pos Indonesia. “Kendala kecil tetap ada, namun semua bisa kami atasi,” jelasnya.

Kendala biasanya ada pada ketidakpahaman masyarakat mengenai kriteria penrima BST. Banyak yang mengeluh tidak dapat BST, sedangkan yang bersangkutan menerima bantuan sosial lain dari pemerintah.

Nuriyani mengatakan, kriteria penerima BST diantaranya adalah masyarakat terdapak Covid-19 yang tidak menerima bantuan apapun dari pemerintah selain BST. “Maka dari itu kami terus melakukan update data penerima per triwulan atau setiap tiga bulan sekali,” pungkasnya.(mdo)



Apa Pendapatmu?