Alexa Metrics

Duo Napoleon Bonaparte: Satu Difilmkan, Lainnya Ditahan

Duo Napoleon Bonaparte: Satu Difilmkan, Lainnya Ditahan BEDA ZAMAN- Kaisar Napoleon Bonaparte (kiri) dan Irjen Pol Napoleon Bonaparte. Foto : repro/net/polri.go.id

indopos.co.id-Sama-sama memiliki nama Napoleon Bonaparte. Sama-sama mengabdi kepada bangsa dan negaranya masing-masing. Namun ini dua Napoleon Bonaparte yang berbeda dan hidup di zaman yang tidak sama pula. Siapa mereka?

Pertama adalah Napoleon Bonaparte yang merupakan seorang kaisar dari 1804-1815. Dia juga pemimpin militer dan politik Prancis yang terkenal saat Perang Revolusioner. Napoleon lahir pada 15 Agustus 1769 dan meninggal dunia pada 5 Mei 1821.

Nah kisah hidup Napoleon akan diangkat ke layar lebar melalui film biografi ‘Kitbag’ karya Ridley Scott seperti dilansir Variety. Aktor yang memerankan Napoleon adalah Joaquin Phoenix.

‘Kitbag’ akan berfokus pada asal-usul Napoleon dan hubungannya yang tidak stabil dengan istrinya Josephine. Dia memimpin kampanye militer selama Perang Revolusi Prancis dan menjadi Kaisar Prancis, memimpin negara dalam serangkaian pertempuran sebelum akhirnya dikalahkan di Waterloo.

Napoleon pertama kali diasingkan ke Pulau Elba, kemudian ke Saint Helena. Dia akhirnya meninggal pada t1821 di usia 51 tahun.

Film tersebut sedang dalam tahap awal perencanaan dan akan diproduksi oleh Disney 20th Century Studio. Proyek ini akan diarahkan dan diproduseri oleh Scott melalui perusahaan produksi Scott Free dengan Kevin Walsh yang juga akan bertindak sebagai produser.

Scott telah menunjuk penulis skenario David Scarpa untuk menulis naskahnya. Scarpa dan Scott sebelumnya berkolaborasi dalam film thriller kriminal tahun 2017, ‘All the Money in the World’.

Scott juga telah menyelesaikan produksi ‘The Last Duel’, yang dibintangi antara lain Matt Damon, Adam Driver, Jodie Comer dan Ben Affleck. Dia juga akan memulai produksi film ‘Gucci’ di Italia pada Maret 2021, yang akan dibintangi Lady Gaga sebagai Patrizia Reggiani bersama Robert De Niro, Al Pacino, Adam Driver dan Jared Leto.

Sementara pemeran Napoleon, Joaquin Phoenix pernah memenangkan penghargaan Aktor Terbaik dalam Academy Award 2020 untuk Film ‘Joker’. Dia juga dinominasikan untuk ‘Walk the Line’, ‘The Master’, dan ‘Gladiator’.

Scott sendiri juga masuk nominasi sebagai sutradara terbaik di Academy Award untuk ‘Gladiator’ serta ‘The Martian’, ‘Black Hawk Down’, dan ‘Thelma & Louise’.

Pakaian Dinas Lengkap

Bagaimana dengan Napoleon Bonaparte satu lagi? Adalah seorang jenderal polisi bintang dua atau lengkapnya Irjen Pol Napoleon Bonaparte. Saat ini, dia tengah terjerat kasus dugaan gratifikasi.

Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri sudah menahan Irjen Pol Napoleon Bonaparte dan Tommy Sumardi di Rutan Bareskrim sejak Rabu (14/10/2020) hingga 20 hari ke depan. Keduanya menyandang status tersangka dalam kasus dugaan gratifikasi pengurusan pencabutan red notice pengusaha, Djoko Tjandra.

“Tersangka NB (Napoleon Bonaparte, Red) langsung di-swab dan selanjutnya dilakukan penahanan,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono.

“Kemudian saudara TS (Tommy Sumardi, Red) juga demikian. Datang, langsung dilakukan swab dan selanjutnya ditahan,” tutur Awi.

Awi menambahkan bahwa penahanan dilakukan menjelang penyerahan tahap II berkas perkara dugaan gratifikasi pengurusan pencabutan red notice ke Kejaksaan. Keduanya ditahan usai menjalani pemeriksaan pada Rabu (14/10/2020).

Dalam kasus dugaan gratifikasi pengurusan pencabutan red notice, polisi menetapkan empat orang sebagai tersangka antara lain Djoko Tjandra dan Tommy Sumardi sebagai pemberi gratifikasi serta Irjen Pol Napoleon Bonaparte dan Brigjen Pol Prasetijo Utomo sebagai penerima gratifikasi. Sementara tersangka Djoko dan Brigjen Prasetijo telah lebih dulu ditahan.

Santrawan T. Paparang, kuasa hukum Irjen Pol Napoleon Bonaparte menyatakan berkeberatan kliennya ditahan oleh penyidik Bareskrim, karena selama ini Napoleon telah bersikap kooperatif dalam pemeriksaan.

“Datang ke sini (Bareskrim, Red) dengan pakaian (dinas, Red) lengkap. Tiba-tiba datang surat penahanan, jadi persis ditahan hari ini (kemarin, Red),” kata Santrawan di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (14/10/2020).

Menurut dia, Napoleon telah memintanya untuk membeberkan fakta hukum dalam kasus ini. “Perintah beliau buka saja untuk fakta hukumnya, kami akan buka, tidak akan kami tutup-tutupi lagi,” tandasnya.

Santrawan menegaskan bahwa kliennya tidak terlibat kasus ini. Bahkan, Napoleon tadinya hendak melaporkan tersangka Tommy Sumardi, namun belum tercapai karena dihalang-halangi. Kendati demikian, pihaknya tidak merinci siapa yang menghalangi Napoleon untuk membuat laporan polisi.

“Kalau orang terima duit, apa berani dia melapor? Duit yang diduga diterima beliau (Napoleon, Red) berdasarkan keterangan TS di mana? Apa disita duit itu? Tidak ada (uang, Red) yang disita, penyitaan uang tidak ada di tangan beliau (Napoleon, Red),” paparnya.

Menurut dia, tuduhan terhadap Napoleon dalam kasus ini bisa menjadi preseden buruk penegakan hukum. Ini karena tidak ada barang bukti yang disita dari tangan Napoleon sebagai tersangka.

“Ini bisa jadi bola liar, ini bisa jadi preseden buruk proses penegakan hukum, nanti si A, B, C bisa menuduh orang seenaknya,” tandasnya. (ant/aro)



Apa Pendapatmu?