Alexa Metrics

Komnas PA Minta Jangan Libatkan Anak-anak dalam Unjuk Rasa

Komnas PA Minta Jangan Libatkan Anak-anak dalam Unjuk Rasa Para pengunjuk rasa membubarkan diri setelah polisi menembakkan gas air mata selama unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja di Jakarta pada 13 Oktober 2020. (Foto: Bay Ismoyo/AFP)

indopos.co.id – Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) meminta seluruh elemen masyarakat tidak melibatkan anak-anak dalam aksi unjuk rasa menolak UU Ciptaker. Komnas PA menyebut sepanjang aksi menolak UU Ciptaker ditemukan ribuan anak tidak mempunyai kepentingan ikut demo.

Di Jakarta, ditemukan fakta aparat keamanan menangkap ratusan demonstran berstatus pelajar dari berbagai titik seperti depan Istana Kepresidenan, Harmoni, Pasar Senen, Jembatan Layang Pasar Rebo, dan Bundaran HI. Pelajar itu, disinyalir didatangkan dari berbagai daerah untuk menciptakan situasi memanas dan gaduh.

”Itu sangat memprihatinkan,” tutur Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait, di Jakarta, Rabu (14/10).

Arist menjelaskan anak-anak diamankan aparat kepolisian mengaku dikerahkan melalui pesan berantai di media sosial. Mereka juga tidak tahu apa yang diperjuangkan.

”Kami hanya diperintahkan berkumpul di satu tempat lalu disediakan kendaraan dan ada juga harus berjuang menumpang truk secara berantai,” imbuh Arist mengutip pengakuan seorang anak yang diamankan di Polda Metro Jaya.

Pihaknya menentang bila anak-anak sengaja dilibatkan atau dieksploitasi secara politik untuk kepentingan dan tujuan kelompok tertentu.

”Sudah tidak terbantahkan lagi anak-anak sengaja dihadirkan dalam aksi demonstrasi untuk menolak UU Ciptaker untuk tujuan dan kepentingan kelompok tertentu,” ucapnya.

Arist meminta seluruh leman tidak melibatkan anak dalam kegiatan-kegiatan politik, demonstrasi untuk kepentingan kelompok tertentu. Mengerahkan anak dalam kegiatan politik tidak ada hubungan dengan kepentingan mereka bentuk kekerasan, eksploitasi politik, dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

”Janganlah kita memanfaatkan anak untuk kepentingan politik,” pesannya.

Sebelumnya Mabes Polri menyebut aksi unjuk rasa pada 13 Oktober 2020 diikuti pelajar berjumlah 806 orang tersebar di Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan Depok. Ratusan pelajar yang tertangkap saat demonstrasi, didata. Mereka diberi pengarahan selanjutnya diserahkan ke orang tua masing-masing.

”Perlu bimbingan semua pihak terutama orangtua agar anak-anak tidak ikut-ikutan demo. Apalagi yang diperjuangkan, mereka tidak tahu,” tegas Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono. (ash)



Apa Pendapatmu?