Alexa Metrics

Azerbaijan Tuduh Armenia Serang Jaringan Pipa

Azerbaijan Tuduh Armenia Serang Jaringan Pipa Pengungsi yang melarikan diri dari wilayah Nagorno-Karabakh, yang memisahkan diri karena konflik militer yang sedang berlangsung antara Armenia dan Azerbaijan atas wilayah yang disengketakan. (Foto: AFP)

indopos.co.id – Azerbaijan menuduh Armenia berusaha menyerang jaringan pipa gas dan minyaknya pada Rabu (14/10). Negara itu juga memperingatkan akan adanya tanggapan yang buruk karena meningkatnya ketegangan selama gencatan senjata yang pecah di daerah kantong pegunungan Nagorno-Karabakh.

Armenia membantah menargetkan jaringan pipa Azeri, yang memasok minyak dan gas ke pasar dunia. Namun ada kekhawatiran yang berkembang atas kegagalan gencatan senjata selama empat hari untuk mengakhiri pertempuran terburuk dalam beberapa dekade di wilayah kecil di Kaukasus Selatan itu.

Lebih dari 500 orang tewas sejak pertempuran meletus pada 27 September di, dan sekitar Nagorno-Karabakh, yang secara internasional diakui sebagai bagian dari Azerbaijan tetapi diperintah dan dihuni oleh etnis Armenia.

Kekerasan, yang berlanjut pada Rabu, telah menimbulkan kekhawatiran bahwa kekuatan regional besar Turki dan Rusia dapat terseret ke dalam konflik.

“Armenia mencoba menyerang dan mengambil kendali jaringan pipa kami,” kata Presiden Azeri Ilham Aliyev dalam wawancara dengan penyiar Turki Haberturk.

“Jika Armenia mencoba mengambil kendali atas jaringan pipa di sana, saya dapat mengatakan bahwa hasilnya akan sangat buruk bagi mereka,” lanjutnya.

Kementerian pertahanan Azerbaijan mengatakan secara terpisah bahwa mereka akan menghancurkan semua fasilitas militer di Armenia yang menargetkan lokasi sipil Azeri. Kementerian pertahanan Armenia membantah menembak sasaran sipil, tetapi mengatakan pihaknya berhak menargetkan instalasi militer dan gerakan tempur apa pun di Azerbaijan.

Armenia dan Azerbaijan saling tuduh melakukan pelanggaran kemanusiaan baru pada Rabu pagi, dan saling menuduh saling menembak terlebih dahulu.

Gencatan senjata dimaksudkan untuk memungkinkan kedua belah pihak untuk saling bertukar tahanan dan korban yang terbunuh. Tatapi pertempuran yang terus berlanjut telah menghalangi upaya tersebut.

Kementerian pertahanan di Nagorno-Karabakh menuduh pasukan Azeri melancarkan serangan artileri dan roket di beberapa daerah. Pejabat pertahanan di daerah kantong mengatakan pasukan mereka telah menembak jatuh sebuah jet tempur Azeri Su-25 tetapi Azerbaijan membantahnya.

Kementerian pertahanan Azerbaijan menuduh pasukan Armenia melakukan serangan baru terhadap posisi tentara Azeri di sepanjang garis kontak yang memisahkan kedua belah pihak, dan bahwa wilayah Terter, Aghdam, dan Aghjabedi di Azerbaijan berada di bawah tembakan artileri. Kantor kejaksaan Azeri melaporkan satu kematian warga sipil baru dan beberapa luka-luka, termasuk jurnalis Azeri.

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu berbicara dengan menteri pertahanan Azeri dan Armenia melalui telepon, dan mendesak dua bekas republik Soviet untuk mematuhi gencatan senjata.

Ketegangan meningkat antara Rusia, yang memiliki pakta pertahanan dengan Armenia, dan Turki, sekutu Azerbaijan. Moskow sangat khawatir dengan Turki dan Azerbaijan yang menyatakan bahwa konflik tersebut dapat diselesaikan secara militer.

“Bukan rahasia bahwa kami tidak dapat menyetujui pernyataan bahwa solusi militer untuk konflik itu diperbolehkan,” kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov kepada stasiun radio setempat.

Lavrov mengatakan akan tepat untuk mengerahkan pengamat militer Rusia di jalur kontak yang membagi sisi di Nagorno-Karabakh, tetapi terserah Azerbaijan dan Armenia untuk memutuskan. (fay)



Apa Pendapatmu?