Prajurit TNI LGBT Akan Disanksi Hukum dan Pemecatan Tidak Hormat

indopos.co.id – Prajurit TNI (Tentara Nasional Imdonesia) yang LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) akan dikenai sanksi tegas. Tidak main-main, sanksi tersebut bisa berupa diproses hukum dan pemecatan dari dinas militer secara tidak hormat.

“TNI menerapkan sanksi tegas terhadap oknum Prajurit TNI yang terbukti melakukan pelanggaran hukum kesusilaan termasuk di antaranya LGBT,” ujar Kepala Bidang Penerangan Umum Pusat Penerangan TNI, Kolonel Sus Aidil dalam keterangan tertulis, Kamis (15/10/2020).

Baca Juga :

Dijelaskan Kolonel Aidil, aturan soal larangan LGBT sudah tertuang dalam surat telegram Panglima TNI nomor ST No ST/398/2009 tgl 22 Juli 2009 yang ditekankan kembali dengan telegram nomor ST/1648/2019 tanggal 22 Oktober 2019. Aturan itu menyebut LGBT merupakan salah satu perbuatan yang tidak patut dilakukan seorang prajurit.

“Bertentangan dengan disiplin militer dan merupakan pelanggaran berat yang tidak boleh terjadi di lingkungan TNI. Proses hukum diterapkan secara tegas dengan diberikan pidana tambahan Pemecatan melalui Proses persidangan di pengadilan militer,” kata Aidil.

Dalam Undang-Undang Nomor 34 tahun 2004 tentang TNI disebut juga menjadi dasar pelarangan LGBT di lingkungan TNI. Ini terkait dengan disiplin keprajuritan.

“Bahwa Prajurit diberhentikan dengan tidak hormat dari dinas keprajuritan karena mempunyai tabiat dan atau perbuatan yang nyata-nyata dapat merugikan disiplin keprajuritan TNI (Pasal 62 UU TNI),” ucap Aidil.

Baca Juga :

Seperti diketahui, Pengadilan Militer II-10 Semarang memecat Praka P sebagai prajurit TNI karena terbukti melakukan hubungan seks sesama jenis. Selain Praka P dihukum 1 tahun penjara, ia juga dipecat dari dinas militer.

Hal itu tertuang dalam putusan Pengadilan Militer Semarang yang dilansir website Mahkamah Agung (MA), Rabu (14/10). Praka P dipecat karena terbukti melakukan hubungan sesama jenis dengan Pratu M, yang ia kenal lewat media sosial.

Selain Praka P, seorang prajurit lainnya juga turut dipecat karena melakukan hubungan sejenis. Pengadilan Militer II-09 Bandung memecat Pratu H karena hubungan sesama jenis yang dilakukan berulang dengan sesama anggota TNI.(wok)

 

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.