Alexa Metrics

Libur Panjang Akhir Oktober, Pemerintah Ingatkan Lonjakan Kasus COVID-19

Libur Panjang Akhir Oktober, Pemerintah Ingatkan Lonjakan Kasus COVID-19 objek wisata gili
indopos.co.id –  Pemerintah mewanti-wanti akan adanya lonjakan kasus positif terinfeksi COVID-19 pada akhir Oktober ini. Alasannya, karena adanya libur panjang pada akhir Oktober dimana pada 29 Oktober 2020 ada hari libur peringatan Maulid Nabi disusul cuti bersama keesokan harinya, disusul lagi hari Sabtu dan Minggu.
Indikator itu dibuat karena pemerintah berkaca saat libur panjang pada Agustus lalu, yang mana jumlah kenaikan kasus COVID-19 di Jakarta sempat meningkat tajam hingga lebih dari 60 persen.
Wakil Ketua Komite Penanganan COVID-19 Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pihaknya harus membuat rencana untuk mengantisipasi hal tersebut.
Antisipasi perlu dilakukan sebab vaksin dari luar negeri diharapkan baru bisa diterima pada bulan depan.
 ”Saat ini kami tengah menyiapkan vaksin, diharapkan November 2020 sudah dapat kita terima. Selagi menunggu datangnya vaksin, kita perlu terus melakukan melakukan targeted testing dan tracing kasus Covid-19,” kata Luhut di Jakarta, Kamis (15/10/2020).
Sementara itu, penasihat Komite Penanganan COVID-19 drg Monica Nirmala mengatakan 80 persen kasus baru positif COVID-19 disebabkan dari 20 persen orang yang terinfeksi virus. Penularan virus yang didominasi segelintir orang ini disebut super spreaders.
”Mereka mampu menularkan virus kurang lebih dua hari sebelum timbul gejala hingga sepuluh hari setelah bergejala. Karena periode infeksi virus yang singkat ini, pemerintah harus mempercepat respons untuk memutus rantai penularan COVID-19,” tandasnya. (ind)



Apa Pendapatmu?