Alexa Metrics

Demo UU Cipta Kerja Berakhir Rusuh, Pengamat: Anarkisme Tak Diperkenankan

Demo UU Cipta Kerja Berakhir Rusuh, Pengamat: Anarkisme Tak Diperkenankan Sejumlah elemen mahasiswa, buruh dan lainnya saat berunjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, beberapa waktu lalu. Foto: Suhartono/INDOPOS

indopos.co.id – Direktur Eksekutif Olitical and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, memberikan catatan kritis terhadap rangkaian demonstrasi besar-besaran menolak pengesahan Undang Undang (UU) Cipta Kerja di berbagai kota di penjuru Tanah Air.

Jerry mengatakan, demonstrasi yang dilakukan murni untuk menyuarakan keresahan masyarakat adalah hal yang wajar. Namun ia menyayangkan sejumlah demonstrasi menolak UU Cipta Kerja yang terjadi belakangan ini berakhir rusuh dan mengakibatkan sejumlah fasilitas umum rusak.

Jerry menilai ada kelompok dengan niat terselubung dalam demo yang berakhir rusuh itu. Pemerintah dan aparat kepolisian diminta mewaspadai provokator yang mencoreng substansi unjuk rasa.

“Yang bahaya ada penunggang gelap,” kata Jerry, Rabu (14/10/2020).

Jerry mengatakan, demonstrasi menolak UU Cipta Kerja bisa saja dimanfaatkan pihak yang ingin memperjuangkan kepentingan sempit pribadi atau kelompoknya. Golongan ini bisa jadi sengaja menyulut emosi atau sengaja membuat demo untuk kepentingan politis.

“Kalau sudah menjurus ke anarkisme maka itu tidak diperkenankan,” kata dia.

Jerry pun mengusulkan penolakan UU Ciptaker tidak disampaikan melalui demonstrasi. Pihak yang kontra terhadap regulasi sapu jagat ini bisa menggelar dialog dengan pemerintah dan DPR.

“Bisa dengan gelar dialog. Itu lebih santun dan terhormat,” ucap Jerry. (yay)



Apa Pendapatmu?