Alexa Metrics

Melirik Investasi yang Aman saat Pandemi, Properti Tidak Akan Mati

Melirik Investasi yang Aman saat Pandemi, Properti Tidak Akan Mati Sektor properti walaupun turun di saat Pandemi COVID-19 tapi tetap dipilih orang untuk investasi karena harga yang selalu cenderung naik. (Foto: Adrianto/INDOPOS)

indopos.co.id – Pandemi COVID-19 membawa Indonesia ke jurang resesi di kuartal III-2020. Seperti diketahui, pada kuartal II-2020, ekonomi Indonesia -5,3 persen secara tahunan (year on year/yoy). Jika pada kuartal III-2020 minus lagi, maka secara sah ekonomi Indonesia mengalami resesi.

Investasi di properti dipercaya masih aman di masa pandemi ini, sembari menunggu perekonomian lebih dinamis. Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengatakan, meskipun diprediksi menurun, industri properti masih menjadi investasi yang menarik. Justru menurutnya, pada masa seperti saat ini adalah saat yang tepat untuk memulai berinvestasi.

‘’Seperti diketahui sebelumnya, sekarang adalah saat yang tepat untuk berinvestasi. Properti sebenarnya adalah industri yang tepat untuk berinvestasi. Sebab, pada saat ekonomi sedang sulit harga properti akan stagnan bahkan cenderung menurun. Sedangkan, dalam kondisi normal harga properti akan terus naik,’’ jelasnya.

Dia mengatakan, properti bisa menjadi salah satu investasi yang tepat untuk jangka panjang. Karena itu, properti memiliki siklus yang unik dan pasti akan mengalami rebound. Analis Properti Yayat Supriatna mengatakan, untuk sementara ini, investasi properti dianggap paling aman.

Karena dari segi harga terus naik termasuk harga tanah. Bagi mereka yang berniat berinvestasi properti hal terpenting yang perlu diperhatikan yakni fasilitas dan lokasi strategis untuk mendukung kenaikan nilai investasi di masa depan.

“Sedangkan rumahnya bisa langsung dimanfaatkan atau dipakai dan digunakan. Jadi, dibandingkan jenis usaha lain, bisnis properti dalam bentuk kepemilikan aset itu menjadi sebuah nilai tambah,’’ paparnya.

Dia menambahkan, dengan adanya pandemi, membuat masyarakat sadar pentingnya hunian sehat. ‘’Mereka akan lebih memilih rumah dengan lingkungan yang aman dan melindungi diri juga keluarga,’’ sebutnya.

Saat ini, orang berupaya meminimalisir risiko penyebaran virus, sehingga ketertarikan pada rumah dengan lingkungan yang sehat akan menjadi prioritas utama. Dirinya menambahkan, sektor properti tetap menjadi unggulan untuk penanaman investasi. Untuk menyimpan, untuk cadangan, sampai menuju pada kondisi yang dianggap relatif aman.

Sementara itu, Ketua Umum Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Totok Lusida mengatakan, anggotanya dengan berbagai inovasi di bidang teknologi digital terus berupaya bangkit. Terbukti, beberapa sektor properti terutama yang bergerak di sub sektor hunian mulai melakukan serah terima unit kepada konsumen.

Bahkan beberapa pengembang besar di koridor timur dan barat Jakarta beramai-ramai merampungkan proyeknya.

‘’Untuk rumah komersial memang saat ini masih berkembang. Sebanyak 70 persennya di empat kota metropolitan. Antara lain Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Medan. Sekitar 70 persen pangsa pasar rumah komersial terdapat di empat kota ini,’’ bebernya.

Dia menambahkan, pengembang banyak melakukan inovasi, tidak hanya di bidang pemasaran yang memanfaatkan layanan digital agar pembeli dan penjual tidak perlu bertemu langsung. Namun juga memberikan keringanan dan fasilitas dalam hal bertransaksi melalui kerja sama dengan perbankan.

‘’Bertemu secara fisik memang tidak bisa dihindari. Seperti konsumen melakukan kunjungan ke proyek untuk melihat langsung lokasi. Namun untuk hal-hal lain dapat dilaksanakan melalui dunia digital,’’ tutupnya. (dew)



Apa Pendapatmu?