Alexa Metrics

Aneh, Pejabat Dindikbud Banten Tak Tahu Jumlah Sekolah

Aneh, Pejabat Dindikbud Banten Tak Tahu Jumlah Sekolah

indopos.co.id -Tidak dapat jawaban memuaskan, Gubernur Banten Wahidin Halim semprot jajaran pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten. Pasalnya, para pejabat itu tidak mengetahui data resmi berapa banyak sekolah SMA/SMK/SKh Negeri yang masih menumpang belajar di sekolah lain.

Orang nomor satu di Provinsi Banten itu marah, karena anak buahnya lalai dalam menjalankan tugasnya mendata sekolah-sekolah tingkat menengah yang masih menumpang belajar. Untuk diketahui, saat ini ada 15 sekolah SMA/SMK dan SKh negeri yang siswanya masih numpang belajar ke sekolah lain.

”Saya dapat informasi dari masyarakat, ada 15 sekolah SMA/SMK dan SKh negeri yang masih belum punya bangunan sekolah sendiri alias menumpang belajar. Dari dulu saya sudah perintahkan membangun sekolah yang masih menumpang. Karena pendidikan prioritas,” katanya saat rapat di Rumah Dinas (Rumdin) Gubernur Banten, Rabu (13/10).

Gubernur yang akrab disapa WH ini juga geram saat menanyakan data jumlah sekolah dan lokasi sekolah yang masih menumpang tersebut tapi tidak dijawab dengan tepat. Untuk diketahui WH sangat peduli dengan program pendidikan yang merupakan kebijakan prioritas dirinya dalam membangun Banten.

”Mana datanya? Berapa jumlah sekolah yang masih menumpang? Di mana lokasinya? Masa dinas tidak tahu data detailnya, heran saya,” ucap juga mantan Wali Kota Tangerang dua periode ini.

Karena ketidakjelasan data itu, WH lantas memerintahkan dan menunjuk secara langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Banten Al Muktabar, Kepala DPKAD dan Kepala Bappeda untuk membentuk tim satgas percepatan pembangunan SMA/SMK dan SKh negeri yang masih menumpang belajar tersebut.

Selain itu, pejabat yang ditunjuk ditugaskan untuk melakukan survei hingga merancang anggaran untuk pembangunan 15 sekolah baru tersebut.

”Pak Sekda, kepala DPKAD dan kepala Bappeda saya tunjuk sebagai tim Satgas Percepatan Pembangunan SMA/SMK dan SKh negeri untuk memecahkan persoalan ini. Segera survei dimana tempatnya, hingga segera anggarkan biaya untuk pembangunannya,” tegas juga gubernur asli Betawi ini. (yas)



Apa Pendapatmu?