Alexa Metrics

ODGJ Non-Permanen Dapat Pendampingan saat Memilih di Pilkada

ODGJ Non-Permanen Dapat Pendampingan saat Memilih di Pilkada Ketua KPU Cianjur Selly Nurdinah saat memimpin rapat persiapan pemilih khusus, Rabu (14/10). (Foto: Ahmad Fikri/antara)

indopos.co.id – Guna mendampingi pemilih yang masuk dalam kategori ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) non-permanen saat menyalurkan aspirasinya di TPS pada Pilkada 9 Desember 2020, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, membentuk tim khusus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Cianjur Yusman Faisal mengatakan pihaknya mencatat ada 2.000 orang ODGJ non-permanen kategori ringan dan sedang, yang memungkinkan untuk memberikan hak pilihnya pada Pilkada Serentak 2020.

”Namun mereka tetap harus mendapat pendampingan, untuk ODGJ kategori ringan cukup dari keluarga, sedangkan untuk kategori sedang akan mendapat pendampingan tim khusus dari Dinkes atau pusat layanan kesehatan di sekitar tempat tinggalnya,” terang Yusman, Rabu (14/10).

Bahkan, saat ini pihaknya juga akan menyiapkan tim kejiwaan untuk memberikan pendampingan dan konsultasi bagi ODGJ dengan dua kategori tersebut. ”Kami akan siapkan tim kejiwaan untuk memberikan pendampingan dan konsultasi,” ucapnya lagi.

Sementara itu, Ketua KPU Cianjur Selly Nurdinah mengatakan dalam DPT Pilkada Cianjur 2020, ODGJ dengan kategori ringan dan sedang tidak permanen memiliki hak pilih. Namun mereka harus menyertakan surat keterangan dokter atau rumah sakit, terkait kondisi kesehatnnya.

ODGJ yang masuk dalam DPT tersebut, tambah dia juga, merupakan ODGJ non-permanen atau istilahnya hanya sesekali kumat. Pihaknya tidak dapat memastikan berapa jumlah ODGJ yang masuk dalam DPT tahun ini. Untuk antisipasi pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait dalam melakukan pendampingan.

”Mereka yang mendapatkan hak pilih dan masuk DPT bukan ODGJ permanen, mereka hanya sesekali kumat dan kembali sehat. Mereka harus membawa surat keterangan dokter atau rumah sakit yang menjelaskan kalau mereka dalam kondisi sehat saat menyalurkan aspirasi politiknya,” kata Selly lagi.

Dia menambahkan, untuk mendapat pendampingan pihaknya akan mendata ulang berapa banyak ODGJ di masing-masing wilayah yang akan menyalurkan hak pilihnya pada Pilkada Cianjur 2020. KPU Cianjur telah menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) Pilkada 2020 sebanyak 1.631.564.

“Kami akan data ulang untuk memudahkan pendampingan,” katanya. Untuk diketahui, Pemilihan Bupati (Pilbup) Cianjur diikuti empat pasangan calon bupati dan wakil bupati.

Empat paslon tersebut, yakni, Lepi Ali Firmansyah-Gilar Budi Raharja, Herman Suherman-Tb Mulyana Syahrudin, Oting Zaenal Muttaqin-Wawan Setiawan. Ketiga pasangan diusung koalisi partai politik. Sedangkan paslon Muhammad Toha-Ade Sobari merupakan jalur perseorangan. (ant)



Apa Pendapatmu?