Pemkab Muba Luncurkan Paket Konversi BBM ke BBG bagi 1.036 Nelayan

indopos.co.id – Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex meluncurkan program sekaligus mendistribusikan sebanyak 1.036 paket konversi BBM (bahan bakar minyak) ke BBG (bahan bakar gas) untuk mesin perahu nelayan yang disalurkan Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral, di Dermaga Dinas Perhubungan, Kamis (15/10/2020).

Program tersebut, kata dia, adalah salah satu program untuk mendukung diversifikasi energi. “Alhamdulillah hari ini kita telah meluncurkan program ini. Dan kami juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian ESDM dan support total dari Pimpinan Komisi VII DPR RI Alex Noerdin atas bantuan ini,” ujar Dodi.

Baca Juga :

Pertama, harga BBG lebih murah dari BBM per liternya. Penghematan biaya operasional untuk perahu motor yang menggunakan gas LPG bisa mencapai 80 persen. Sehingga menjadi lebih murah.

“Konverter Kit ini mengkonversikan 1 tabung LPG 3 yang setara dengan 5-10 liter BBM. Hingga dapat membantu nelayan berhemat biaya operasionalnya. Diketahui 70 persen biaya operasional nelayan adalah untuk bahan bakar,” ujar Dodi

Baca Juga :

Dengan konversi ini, sambung dia, dipastikan adanya penghematan anggaran yang dikeluarkan nelayanan dengan hitungan jika menggunakan bahan bakar bensin harga jual Rp6.500 per liter estimasi penggunaan 5 liter perhari, maka setiap bulannya anggaran yang dikeluarkan nelayan sebanyak Rp975 ribu.

“Sedangkan jika menggunakan LPG dengan harga Rp18 ribu per 3 Kg estimasi kebutuhan 1,2 Kg perhari, maka anggaran perbulan yang dikeluarkan sebesar Rp 240 ribu. Dengan begitu, nelayan dapat menghemat Rp 735 ribu setiap bulannya,” terangnya.

Program konversi BBM ke BBG menjadi prioritas Pemerintah daerah dan pusat untuk masyarakat miskin dan pra miskin. Bagi nelayan pemberian konverter kit ini hanya untuk kapal perikanan kecil yang memiliki kapasitas 5 hp sampai dengan 7,5 hp.

“Nah, tujuan program ini sendiri adalah untuk mewujudkan efisiensi anggaran negara dan nelayan, serta tentunya lebih ramah lingkungan dibandingkan menggunakan BBM,” kata Dodi.

Dikatakan Dodi, program konversi BBM ke BBG ini adalah program perdana di Kabupaten Muba, sehingga menurutnya wajib kita syukuri atas apa yang telah didapatkan hari ini.

Ia juga minta kepada para nelayan untuk menggunakan alat penangkapan yang ramah lingkungan serta menghindari destructive fishing.

“Diharapkan dengan adanya bantuan ini nelayan dapat meningkatkan produksi perikanan tangkap sehingga pendapatannya pun akan bertambah dan kedepannya nelayan Muba semakin sejahtera. Namun perlu saya ingatkan juga bahwa kita harus tetap menjaga kelestarian sumber daya ikan yang ada di Kabupaten Muba,” pungkasnya

Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Minyak dan Gas Alimuddin Baso menyampaikan Kabupaten Muba adalah daerah pertama dari 42 kabupaten/kota yang menerima bantuan tersebut ditengah Pandemi COVID-19. Bantuan ini adalah barang milik negara diserahkan untuk masyarakat, khususnya Nelayan di Muba.

Sementara, Pimpinan Komisi VII DPR RI Bidang Energi, Riset, Teknologi dan Lingkungan Hidup Alex Noerdin mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat yang sudah memfasilitasi program tersebut untuk nelayan Sumsel, khususnya nelayan di Kabupaten Muba.

“Semoga dengan program ini nelayan dapat lebih sejahtera, dapat menangkap ikan dengan nyaman agar kehidupan kita kedepannya semakin baik,” pungkasnya.

Nelayan Desa Terusan Kecamatan Sanga Desa Sunanang dan Ketua Kelompok Nelayan Horas Berkah Bersama Kecamatan Sekayu Indra Gunawan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Muba, Kementerian ESDM dan DPR RI atas bantuan tersebut.(rmn)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.