Alexa Metrics

Optimistis UMKM Punya Daya Saing Internasional

Optimistis UMKM Punya Daya Saing Internasional Foto ilustrasi

indopos.co.id – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga mengatakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sudah terbukti memberikan kontribusi signifikan dalam perekonomian Indonesia. Jumlah UMKM Indonesia saat ini menurut Kemenkop UMKM adalah 64 juta. Jumlah tenaga kerja yang terserap mencapai lebih dari 90 persen tenaga kerja nasional.

“Dari angka tersebut jelas UMKM strategis bagi ekonomi masyarakat. Oleh karena itu UMKM harus diberikan fasilitas agar mampu mempertahankan dan meningkatkan fungsinya tersebut,” ujar Jerry Jumat (16/10/2020).

Diapun kemudian menjelaskan mengenai MoU antara Kemendag dan Pemprov Jateng, yang ditandatangani Kamis kemarin (15/10/2020). Menurutnya MoU Pengembangan UMKM antara Kemendag dan Pemprov Jateng yang ditandatangani oleh Mendag Agus Suparmanto dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, merupakan respon atas Pandemi COVID-19 yang berpengaruh besar dalam kegiatan ekonomi dan perdagangan.

“Termasuk pada pelaku UMKM di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Lebih lanjut Wamendag Jerry mengatakan, pembinaan UMKM harus punya paradigma baru. Yaitu paradigma berdaya saing internasional. Pasalnya kata dia, keterbukaan ekonomi tidak bisa terhindarkan lagi.

“Arus perdagangan antar negara akan makin intens. Oleh karena itu produk barang dan jasa yang dihasilkan UMKM juga harus berdaya saing tinggi,” ujar Jerry.

Hal itu kata dia, adalah konteks yang kita hadapi sekarang. Kita harus memandangnya dengan positif. Pertama, paradigma kita adalah harus menganggap ini sebagai akselerator agar produk-produk UMKM makin meningkat kualitasnya.

“Kedua, kita justru harus melihat ini sebagai peluang UMKM untuk Go Internasional,” ujarnya

Jerry sendiri mencatat ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan UMKM agar bisa Go-Internasional. Pertama, kemendag akan makin meningkatkan dukungan kepada UMKM dengan produl dengan keunggulan komparatif agar keunggulan kompetitifnya meningkat.

Kedua, bahwa UMKM Indonesia harus makin berbasis digital dan teknologi tinggi baik dalam operasi maupun produknya. Dukungan agar UMKM punya keunggulan kompetitif oleh Kemendag selama ini dilakukan dengan berbagai sisi antara lain dalam sisi perdagangan yang mendukung penyediaan bahan baku, desain produk, sistem logistik dan lain-lain.

“Jangan lupa perjanjian internasional juga merupakan fasilitasi tak langsung kepada UMKM. Adanya perjanjian perdagangan dan ekonomi sangat membantu mendapatkan tarif preferensi dan fasilitas untuk mencapai standar-standar yang lebih tinggi. Artinya UMKM akan bisa menjual barang dengan harga lebih rendah dan punya standar yang bisa diterima di negara mitra dagang Indonesia,” ujarnya.

Sedangkan untuk yang kedua, Jerry melihat bahwa dengan dukungan teknologi UMKM kita juga harus bisa beroperasi dan menghasilkan produk berteknologi.

“Dalam hal operasi UMKM digitalisasi itu yang terus kami dorong. Itu bukan hanya di sistem pembayaran seperti yang kami lakukan di Manado, tetapi juga dalam semua aspek operasi perdagangan. Kita mendorong digitalisasi sistem logistik, pemasaran dan lain-lain. Kami juga mengajak seluruh stake holder teknologi baik marketplace atau bahkan media sosial dan perusahaan teknologi agar bisa mendukung UMKM,” pungkasnya. (dai)



Apa Pendapatmu?