Akfar Yarsi Pontianak Gelar Wisuda. Ini yang Mencuri Perhatian…

indopos.co.id – Ada yang menarik dalam Wisuda Mahasiswa/i Program Diploma 3 Akademi Farmasi (Akfar) Yarsi Pontianak di Qubu Resort Jalan Arteri Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar), Kamis (15/10/2020). Di antara 187 mahasiswa/i tahun Akademik 2019-2020 yang diwisuda, terdapat dua lulusan yang mencuri perhatian. Mereka adalah Putri Ayu Feridianti dan R.R. Sri Sumarhaeni. Kenapa?

Putri Ayu yang berasal dari Pontianak merupakan lulusan paling muda dengan usia 20 tahun, sedangkan Sri Sumarhaeni asal DI Jogjakarta yang tinggal di Ketapang, Kalbar adalah lulusan tertua dengan umur 64 tahun.

Baca Juga :

Soal Vaksin, ini Fatwa MUI

Uniknya lagi keduanya meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) hampir sama atau hanya terpaut satu digit. Putri Ayu IPK 3,38, sementara Sri Marhaeni 3,39.

Putri Ayu yang merupakan anak pasangan Veryadi dan Ny Kusilo Rahayu itu mampu menyelesaikan kuliahnya tepat waktu, yaitu enam semester atau tiga tahun.

Baca Juga :

Jadi Investasi, Harga Vaksin Belum Diketahui

Sedangkan Sri Sumarhaeni yang sehari-hari mengelola apotik di Ketapang mampu menyelesaikan hanya satu tahun.

Putri pasangan (alm) Kanjeng Raden Tumenggung ( KRT) Dardjo Kusuma dan Hj Sri Sudarmi itu mengikuti kuliah karena tantangan tugas, utamanya dalam mengelola apotek, sehingga Ilmu yang diperoleh langsung bisa dipraktekkan.

Baca Juga :

RSUD Tebet Layani Kesehatan bagi Warga Miskin

Meski berusia 64 tahun, Sri Sumarhaeni mampu mengikuti Pendidikan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) tepat waktu. Selama satu tahun, dia dapat diselesaikan dengan baik.

Sementara itu, dalam wisuda yang diikuti sekitar 187 wisudawan, sebagai lulusan terbaik antara lain Ayu Anggraini Martiningsih dengan IPK 3,85 Predikat Terpuji atau Cum Laude, disusul oleh Tri Madu dengan IPK sama 3,85, Maya Permata Sari 3,84, Shella Anzalia Almaharawah dengan IPK 3,84, dan Triana Dita Anandani dengan IPK 376.

Direktur Akfar Yarsi Pontianak Adhisty Kharisma Yusticia MSc Apt dalam laporannya menyampaikan banyak prestasi yang diraih para dosen dan mahasiswa, di antaranya terbaik pertama, jumlah mahasiswa yang berwira usaha tingkat LLDIKTI Wilayah Kalimantan, Juara I Jumlah HAKI terbanyak di tingkat Kalimantan, Terbaik I Jumlah Mahasiswa Berprestasi, Juara II Penulisan Ilmiah Nasional.

Sementara itu, prestasi dosen di antaranya jurnal ilmiah terakreditasi 25, jurnal ilmiah internasional tiga, menerbitkan buku tingkat Nasional. Jumlah HAKI ada 26 judul, PPM dosen 40 Judul, penelitian ilmiah internal dosen Akfar 40 judul.

Sementara itu, Ketua Pengurus Yarsi Pontianak Drs Suhadi Sw MSi mengatakan bahwa wisuda tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Para wisudawan harus menggunakan masker, penutup wajah, rapid tes, dan jaga jarak. Ini untuk menghindari adanya klaster baru dan menjaga kredibilitas Akfar Yarsi yang berlabel Kesehatan.

Para wisudawan bisa menjadi Public Relation ( PR) sebagai penghubung antara Akfar dengan masyarakat. Ke depan Akfar akan merencanakan Induk Pengembangan Akfar 2020-2024 yang maemberikan arah bagi pengembangan untuk mewujudkan prestasi melalui pendidikan di antaranya penataan struktur, peningkatan pendapatan, adopsi paradigma pendidikan 40:0. dengan berpikir kritis, perluasan pengalaman belajar, dan penguatan sistem dengan budaya ilmiah yang unggul melalui Riset yang lebih dipertajam seperti penelitian terhadap Bajaka, Pasak Bumi, Kratom, Kayu Gaharu dan lain lain Jenis Biota Tanaman Khas Kalbar yang bisa dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat dan membantu pemerintah dalam penanggulangan COVID-19. (aro)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.