Alexa Metrics

Gelar Manfaat Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan secara Daring

Gelar Manfaat Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan secara Daring WEBINAR- Sosialisasi manfaat program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan oleh BPJAMSOSTEK Salemba bersama Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBBN).FOTO:IST

indopos.co.id – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Jakarta Salemba menggelar webinar sosialisasi manfaat program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dengan Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBBN), Badan Teknologi Atom Nasional (Batan), di Jakarta, Jumat (16/10/2020)

Kepala Kantor Cabang (Kakacab) BPJAMSOSTEK Jakarta Salemba M.Izaddin, mengatakan, pihaknya menyelenggarakan empat program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan untuk seluruh pekerja baik formal maupun informal.

Keempat program tersebut yaitu JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja), JKM (Jaminan Kematian), JHT (Jaminan Hari Tua), dan JP (Jaminan Pensiun). ”Kami ditunjuk oleh negara untuk menjalankan empat program tadi dan sebagai lembaga pemerintah yang segala langkah kami diatur oleh regulasi. Termasuk kewajiban menyosialisasikan program ini kepada stake holder kami, termasuk kementerian, badan, dan lembaga pemerintah, Webinar diikuti oleh Kepala PTBBN Ir Agus Sumaryanto M.S.M, bersama 35 non-ASN PTBBN.

Menurut Izan, pihaknya tidak bisa bekerja sendiri untuk memperluas program Jaminan Sosial Ketenagkaerjaan. Tapi, perlu kerja sama dan dukungan semua pihak. ”Termasuk pegawai non-ASN badan atau lembaga pemerintah berhak mendapatkan perlindungan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan,” berdasarkan data tren kecelakaan kerja terjadi sekitar 40 persen di jalan raya. Berlalu-lintas merupakan bagian dari aktivitas kerja sehari-hari para pekerja yang berisiko tinggi. ”Maka sebagai langkah positif tentu adalah segera untuk melindungi pegawai non-ASN sebagai peserta BPJAMSOSTEK,

Menurutnya, iuran BPJAMSOSTEK tidaklah mahal. Karena iuran tersebut diberlakukan sesuai
penghasilan pekerja. Iuran juga belum pernah dinaikkan. Sebaliknya, di masa pandemi COVID-19 ini pemerintah memberikan kebijakan relaksasi iuran mencapai 99 persen. Menariknya, meski iuran relatif terjangkau namun manfaat program perlundungan dari negara ini terus meningkat.

Seperti pada akhir 2019, sejumlah manfaat dalam JKM dan JKK meningkat sesuai PP 82/2019.
”Sebelumnya peserta yang meninggal biasa ahli waris mendapatkan Rp24 juta, dengan PP 82/2019 dinaikkan menjadi Rp42 juta. Padahal jika dihitung dengan pekerja informal misalnya Rp42juta itu baru tercapai setelah iuran ratusan tahun,” tuturnya.

Sedangkan untuk pemulihan kecelakaan kerja, peserta dibiayai tanpa batas. ”JKK itu unlimited cost berapun akan dicover, Jika peserta meninggal dunia karena kecelakaan kerja, ahli waris menerima santunan tunai 48 kali upah peserta. ”Program ini sebagai wujud hadirnya negara untuk melindungi seluruh pekerja,

Begitu pula manfaat berikutnya adalah JHT dan JP. ”Jaminan Pensiun di sini sama dengan pensiun PNS yang turun sampai ahli waris,” ungkapnya. Dikatakan pula, ada manfaat beasiswa untuk anak peserta yang meninggal dunia. ”Sekarang total beasiswa sampai Rp174 juta untuk dua anak pekerja.Pembiayaan mulai dari anak SD hingga perguruan tinggi,” ungkapnya.

Yang terbaru, ada program vokasi untuk peserta yang kena PHK. ”Kita upgrade kemampuannya agar terserap di dunia kerja yang baru,” tegasnya.(dni/mdo)



Apa Pendapatmu?