Alexa Metrics

The Lancet: Penyakit Global Terbaru Perbesar Intensitas Pandemi COVID-19

The Lancet: Penyakit Global Terbaru Perbesar Intensitas Pandemi COVID-19 the lancet

indopos.co.id – Interaksi COVID-19 dengan penyakit kronis yang terus meningkat secara global dan faktor-faktor risiko terkait,  termasuk obesitas, gula darah yang tinggi, dan polusi udara luar ruangan, selama 30 tahun terakhir telah menciptakan sebuah badai yang “sempurna”, yang memicu tingkat kematian COVID-19.

Temuan-temuan terbaru dari The Global Burden of Disease Study (GBD), yang dipublikasikan hari ini di The  Lancet, memberikan wawasan baru mengenai seberapa baik penduduk dunia dipersiapkan hal kesehatan pokok untuk menghadapi pandemi COVID-19 dan menetapkan skala atau tingkat kesulitan yang tepat untuk melindungi populasi dunia dari ancaman pandemi lebih lanjut.

Studi ini juga mengungkapkan bahwa meningkatnya paparan terhadap faktor-faktor risiko utama (termasuk
tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, indeks massa tubuh tinggi/BMI, dan kolesterol yang meningkat),
disertai meningkatnya kematian karena penyakit kardiovaskular di beberapa negara (misalnya Amerika Serikat dan Karibia), menunjukkan bahwa dunia mungkin sedang mendekati sebuah “titik balik” dalam peningkatan harapan hidup.

Para penulis menekankan bahwa janji mengenai pencegahan penyakit melalui tindakan pemerintah atau
insentif yang memungkinkan perilaku yang lebih sehat dan akses kepada fasilitas kesehatan tidak terwujud di
seluruh dunia.

“Sebagian besar faktor-faktor risiko ini dapat dicegah dan diobati, dengan mengatasinya akan memberikan
manfaat sosial dan ekonomi yang besar. Kita gagal mengubah perilaku-perilaku tidak sehat, terutama yang
berkaitan dengan kualitas makanan, asupan kalori, dan kegiatan fisik, sebagian karena tidak ada perhatian
yang cukup (dari pembuat) kebijakan dan pendanaan untuk kesehatan publik dan riset (mengenai) perilaku,”
kata Professor Christopher Murray, Direktur Institut untuk Metrik dan Evaluasi Kesehatan (Institute for Health
Metrics and Evaluation/IHME) di Universitas Washington, Amerika Serikat, yang memimpin riset tersebut. (mdo)



Apa Pendapatmu?