Kemensos Sempurnakan Rancangan Permensos ATENSI

indopos.co.id – Program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) saat ini sudah masuk proses verbal untuk disampaikan kepada Menteri Sosial (Mensos). Mensos Juliari P Batubara mengamanatkan bahwa Permensos yang dibuat perlu menyesuaikan arahan Presiden Joko Widodo yang mengharuskan Kementerian/Lembaga melakukan simplifikasi terhadap peraturan-peraturan yang sudah ada.

Permensos ATENSI ini meyederhanakan dari 13 Permensos yang telah ada sejak tahun 1996 terkait rehabilitasi sosial. Dirjen Rehabilitasi Sosial, Kemensos Harry Hikmat mengatakan, urgensi penetapan Permensos ATENSI yaitu untuk melaksanakan rehabilitasi sosial yang terarah, terpadu dan berkelanjutan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat.

Baca Juga :

“Permensos ini berlandaskan Peraturan Perundang-undangan dari 5 Klaster Rehabilitasi Sosial yaitu Anak, Lanjut Usia, Penyandang Disabilitas, Korban Penyalahgunaan Napza serta Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang,” ujar Harry Hikmat dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (17/10/2020).

Ia menyebutkan, Permensos ATENSI terdiri dari 14 Bab dan 47 Pasal yang berisi tentang Program Rehabilitasi Sosial, Pelaksanaan ATENSI, Sentra Layanan Sosial (SERASI), Pendamping Rehabilitasi Sosial, Pendataan, Tanggung Jawab, Pembinaan dan Pengawasan, Pemantauan dan Evaluasi. Pelaporan hingga Pendanaan.

“ATENSI muncul sebagai ide bahwa ada perbedaan antara bantuan sosial dan asistensi sosial. Orientasi program rehabilitasi sosial itu lebih mengarah pada upaya membangun sistem pelayanan sosial,” katanya.

Sedangkan, lanjut Harry, sistem bantuan sosial sudah terkonsentrasi di program perlindungan dan jaminan sosial serta program penanganan fakir miskin. Atas dasar itu, maka hal-hal yang substantif telah diatur di ketentuan umum dalam Rancangan Permensos ATENSI.

“Di dalam ketentuan umum ini mengatur aspek rehabilitasi sosial, pengertian Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI), Program Rehabilitasi Sosial 5 Klaster (Progres 5.0) dan termasuk Sentra Layanan Sosial (SERASI) yang menjadi gagasan sebuah layanan terpadu,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, ATENSI sebagai layanan yang menggunakan pendekatan berbasis keluarga, komunitas dan residensial ini dilakukan melalui 7 komponen kegiatan, yaitu dukungan pemenuhan hidup layak, perawatan sosial dan/atau pengasuhan, dukungan keluarga, terapi (fisik, mental spiritual, psikososial), pelatihan vokasional dan kewirausahaan, bantuan dan asistensi sosial serta dukungan aksesibilitas.

Program Rehabilitasi Sosial 5 Klaster (PROGRES) yang sudah berlangsung merupakan nama program yang dikelola oleh Kemensos sesuai dengan Unit Kerja Eselon I yaitu Ditjen Rehsos. PROGRES 5.0 berada pada tataran Kemensos Pusat yang sifatnya layanan tidak langsung (indirect service).

Hal ini juga disampaikan dalam rencangan Permensos ATENSI yang terdiri dari 7 layanan tidak langsung melalui PROGRES 5.0 yang dilaksanakan oleh Direktorat dan Sekretariat Ditjen Rehsos serta 7 layanan langsung melalui ATENSI yang dilaksanakan oleh Balai Besar/Balai/Loka.

“Tujuh layanan tidak langsung melalui PROGRES 5.0 terdiri dari kampanye pencegahan masalah sosial, bimbingan teknis kompetensi bagi Pendamping Rehsos, refleksi kebijakan, supervisi, perumusan pedoman umum maupun operasional, rapat koordinasi teknis serta advokasi sosial,” katanya.

Menurut Harry, pemberian layanan ATENSI menggunakan metode manajemen kasus, yaitu langkah sistematis untuk mengatur dan melakukan layanan dalam rangka mengatasi masalah perlindungan dan/atau kesejahteraan yang kompleks terkait Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) secara tepat, sistematis dan tepat waktu melalui dukungan langsung dan rujukan sesuai dengan tujuan pelayanan.

“Ketentuan lebih lanjut dari Permensos ATENSI yaitu berupa pedoman umum yang menarasikan norma-norma yang diatur dalam Permensos ATENSI. Dari pedoman umum akan diterbitkan pedoman operasional setiap Klaster Rehabilitasi Sosial,” ujarnya.

Sementara itu,bDirektur Penanggulangan kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat, Bappenas Maliki mengungkapkan, bahwa terkait manajemen kasus, Fungsi ATENSI dan SERASI adalah bagaimana kita beri pendalaman dalam melihat kembali apa sebenarnya yang dibutuhkan oleh seseorang yang memerlukan rehabilitasi sosial.

“Kami harap pendekatannya by individual. Jadi manager kasus akan mendetailkan keperluan dari individu tersebut,” ujarnya.
(mdo)

 

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.