Alexa Metrics

FSB 2021 Digelar Daring, Pendaftaran Ditutup Sampai 28 November Mendatang

FSB 2021 Digelar Daring, Pendaftaran Ditutup Sampai 28 November Mendatang Foto istimewa

indopos.co.id – Pandemi Covid-19 belum berakhir, Festival Sains dan Budaya (FSB) III 2021 bakal diselenggarakan secara daring. Kompetisi ini akan diikuti pelajar dari tingkat SD/ MI hingga SMA/ MA/ SMK.

“Pendaftaran FSB III sudah kami buka sejak 9 Oktober lalu. Setiap peserta bisa mengakses melalui laman https://festivalsainsbudaya.com/. Dan pendaftaran akan kami ditutup pada 28 November mendatang,” ujar Ketua Panitia Festival Sains dan Budaya (FSB) III 2021 Dwi Prajitno Wibowo saat jumpa wartawan secara daring, Sabtu (17/10/2020).

Ia mengatakan, pengumuman finalis akan dilakukan pada 23 Desember mendatang. Dan final FSB III akan digelar 19-20 Februari 2021 mendatang. Sementara awarding ceremony akan dilakukan pada 21 Februari 2021.

“Kami memutuskan final hingga awarding ceremony dilakukan secara daring. Jadi para peserta masih punya kesempatan untuk menyempurnakan project selama 2 bulan,” ungkapnya.

Festival Sains dan Budaya merupakan penggabungan program besar tingkat nasional, yaitu Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) dan Olimpiade Seni dan Bahasa Indonesia (OSEBI). Penyelenggaraan FSB, menurut Dwi agar tidak membatasi kreativitas siswa selama pandemi Covid-19.

“Jadi kami tetap selenggarakan FSB, tapi dengan keterbatasan. Kami ingin para siswa tetap berkreasi menembus batas,” ucapnya.

Dwi menyebutkan, dalam FSB 2021 ada enam kategori ISPO yang akan dilombakan, yakni teknologi, lingkungan, Kimia, Biologi, Fisika, dan Komputer. Sementara pada OSEBI ada kategori menulis puisi, cerita pendek, esai, dan menari kreatif.

“Yang berbeda hanya tari kreatif. Tahun lalu dalam bentuk grup, tahun ini kreatif tunggal. Ini kami lakukan agar tidak ada Kerumunan,” katanya.

Ia menambahkan, untuk target peserta FSB 2021 tidak jauh dengan tahun sebelumnya. Namun ia berharap, target tahun ini bisa jauh lebih banyak dari tahun sebelumnya.

“Kami harap OSEBI ada 400 project, tahun lalu 294. Dan untuk ISPO target kami 500 project, tahun lalu ada 380 project,” bebernya.

Hal yang sama diungkapkan Presiden OSEBI, Liliana Muliasturi. Ia mengatakan, pelaksanaan FSB 2021 akan dilakukan secara daring. Pelaksanaan FSB 2021, menurutnya, bagian menjawab tantangan abad 21. “Siswa dituntut kritis, kolaboratif, dan kreatif,” ujarnya.

Menurut Liliana, melalui OSEBI generasi muda bangsa diasah kompetensi musikalitas, kinestetik-artistik, kreativitas puitis, keunggulan literasi, hingga kesadaran akan budaya besar bangsanya. Hal ini penting untuk memberikan kemantapan dan kematangan jiwa para generasi muda.

Sementara itu, Presiden ISPO Riri Fitri Sari berharap agar pelaksanaan FSB yang akan datang menjadi forum berkumpul dan berkompetisi daring siswa Indonesia. Melalui ISPO anak-anak bangsa didorong untuk dapat mengembangkan kreativitasnya dalam bidang pemikiran kritis dan inovatif.

“Menemukan solusi atas masalah yang dihadapinya, dan melahirkan penemuan penemuan baru yang dapat membantu mengatasi permasalahan yang ada di tengah masyarakat,” ujarnya.
(mdo)



Apa Pendapatmu?