Masih Banyak Bangunan Berdiri di Atas Saluran Air

indopos.co.id – Di wilayah Jakarta Pusat masih banyak bangunan yang berdiri di atas saluran air. Sehingga di musim hujan saat ini membuat petugas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Pusat kesulitan dalam menguras dan membersihkan sampah yang ada di saluran bawah bangunan itu.
Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Irwandi menuturkan masih banyak bangunan yang berdiri di atas saluran membuat petugas SDA dan PPSU kesulitan untuk menguras saluran.
Baca Juga :
Menurutnya, pada prinsipnya semua bangunan yang ada di atas saluran harus ditertibkan atau solusinya saluran yang tertutup harus diberikan bak pengontrol supaya petugas mudah mengurasnya.
“Pemilik bangunan harus membuat bak pengontrol, jika tidak mau membuat bak pengontrol dibongkar,” tegas Irwandi, Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Minggu (18/10/2020).
Irwandi mengatakan grebek lumpur itu untuk mengantisipasi genangan atau banjir pada saat hujan lebat, seluruh wilayah semua melakukan kegiatan itu.
“Setiap Minggu akan ada kegiatan pengurasan saluran, jangan ada yang tersumbat karena akan mengakibatkan banjir sehingga ada laporan dari masyarakat. Ini jangan sampai terjadi,” ucap mantan Kadis UMKM DKI Jakarta itu tak ingin terjadi banjir di wilayahnya.
Untuk itu, Pemda DKI akan melayani masyarakat untuk memberikan kenyamanan bagi warganya. “Banjir itu tidak nyaman, jika banjir kita selalu disalahkan oleh masyarakat, padahal kita sudah kerja semaksimal mungkin,” tandas Irwandi.
Sementara, Kepala Satuan Pelaksana (Satpel) SDA Kecamatan Senen, M. Rohman menambahkan, pengurasan saluran PHB di Jalan Sedap malam panjangnya mencapai 255 meter segmen dari Jalan Kramat Bunder sampai dengan Jalan Kramat Soka, dimensi saluran 2 meter x 1,5 meter dengan ketebalan lumpur 1,2 meter.
“Pengurasan itu dilakukan agar air mengalir  ke arah selatan menuju ke saluran PHB Kembang Pacar terus menuju ke kali sentiong. Dari pengurasan tersebut berhasil mengangkut 1.000 karung sampah lumpur, dan langsung dibuang ke PLTA Ancol, Jakarta Utara,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Lurah Kramat, Jakarta Pusat, Agus Yahya menambahkan, kegiatan grebek sampah melibatkan 90 personil terdiri dari petugas SDA, PPSU, Bina Marga, Lingkungan Hidup, dan masyarakat.
“Kegiatan ini kita fokuskan di saluran PHB Jalan Sedap Malam dan di Jalan Kaca Piring,” tandasnya. (ibl) 

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.