Alexa Metrics

Banyak Rentenir Digital, Sandi Uno Ingin Bank Infaq Jadi Solusi Permodalan Umat

Banyak Rentenir Digital, Sandi Uno Ingin Bank Infaq Jadi Solusi Permodalan Umat Sandiaga Salahudin Uno

indopos.co.id – Politisi sekaligus pengusaha nasional Sandiaga Salahudin Uno menyebutkan bahwa banyak pelaku usaha mikro maupun ultra mikro mengalami penurunan pendapatan bahkan hingga mencapai 50 persen lebih akibat wabah virus corona atau pandemi covid-19. Hal itu dia ketahui setelah dirinya mengelilingi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali beberapa pekan belakangan ini.

“Saya baru saja berkeliling di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali. Hampir seluruh unit usaha yang saya temui mengalami penurunan, bahkan hingga mencapai 50 persen lebih. Nyari kerja susah, susah banget. Banyak yang di PHK, beban biaya hidup semakin berat,” kata Sandiaga dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (18/10/2020).

Padahal, menurut mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ini, hamper 50 persen dari ekonomi Indonesia bergerak dari konsumsi dan itu dilakukan oleh usaha mikro. Namun, sayangnya pelaku usaha mikro ini kesulitan mendapatkan akses pendanaan dan permodalan bahkan untuk kategori pinjaman di bawah Rp5 juta saja.

“Saya pernah ngalamin sendiri. Karena 20 tahun saya memberdayakan usaha mikro dan ultra mikro,” ujar Sandi.

Oleh karena demikian, Sandiaga Uno mendorong Bank Infaq yang digagasnya agar menjadi solusi permodalan usaha dan juga supaya mereka terhindar dari ancaman rentenir digital.

“Di sinilah saya harap teman-teman dari Bank Infaq bisa membantu mereka yang mengalami kesulitan pendanaan. Infaq itu seperti vitamin, peningkat imunitas kita, daya tahan tubuh kita, daya tahan sosial kita, daya tahan ekonomi kita adalah infaq,” ujar Sandi.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan, kewirausahaan akan menghadapi banyak kendala. Misalnya, soal pengetahuan, jejaring, dan permodalan. Sandi Uno berharap Bank Infaq ini juga akan menyasar komunitas-komunitas seperti pesantren dan santri.

“Permodalan inilah yang coba kita selesaikan dengan Bank Infaq khususnya di usaha mikro dan ultra mikro. Bukan hanya bermanfaat buat santri, tapi juga bagi lingkungan sekitar kita. Karena kita ingin menghadirkan Islam rahmatan lil alamin,” pungkasnya.

Pendiri Rumah Siap Kerja ini berkeyakinan dengan infaq, maka keuntungannya hingga 700 kali lipat.

“Ini berbisnis sama Allah. Keuntungannya 700 kali lipat atau 70.000 persen. Berarti Bank Infaq ini bisa membangun satu ekosistem penguatan pemberdayaan kewirausahaan di komunitas pesantren,” harapnya.

Dijelaskan Sandi, Bank Infaq adalah program di bawah Yayasan Gerakan Infaq Dunia. Konsep utamanya bekerjasama dengan masjid, musala, dan majelis taklim. Dan saat ini sudah tersebar ke lebih dari 40 wilayah di Indonesia.

“Misi dari Bank Infaq ini adalah mengelola infaq secara profesional, dan hasilnya digunakan untuk membantu masyarakat yang ingin membuka lapangan kerja atau mengembangkan usahanya, sekaligus mencegah dari pinjaman abal-abal dan tidak fair. Kita berharap Bank Infaq bisa disosialisasikan dan menjadi salah satu senjata ampuh kita, vaksin kita dalam menghadapi pandemi,” tukasnya. (yay)



Apa Pendapatmu?