Hallobumil-YOPI Berkolaborasi Cegah Preeklamsia Ibu Hamil

indopos.co.id – Hallobumil, salah satu aplikasi untuk ibu hamil, program hamil, dan tumbuh kembang anak interaktif dan personal sudah memiliki tempat di hati banyak pengguna. Sebagai bagian komitmen untuk terus berkontribusi terhadap kesehatan ibu dan anak, Hallobumil bekerja sama dengan YOPI (Layanan Obstetri Preeklamsia Indonesia) membangun dan menyertakan fitur YOPI di dalam aplikasi Hallobumil.

Setiap tahun, 305 dari 100 ribu ibu hamil Indonesia meninggal dunia. Sepertiga dari kematian itu, terjadi karena preeklamsia. Sekitar 15 persen ibu hamil Indonesia berpeluang mengalami preeklamsia. Angka itu, tergolong tinggi dibanding negara-negara lain.

”Jadi, prevalensi tekanan darah di Indonesia sangat tinggi. Disinyalir karena gizi buruk saat muda atau remaja,” tutur Prof. Dr. dr. Johanes Mose Sp OGK dari Persatuan Dokter Fetomaternal Indonesia, di Jakarta, Rabu (21/10).

Peluncuran fitur itu untuk memenuhi tiga tujuan utama. Pertama insiatif pencegahan sehingga ibu hamil dapat melaporkan kondisi kesehatan kepada dokter kebidanan dan kandungan yang merawat. Dengan begitu, mengetahui kesimpulan apakah kehamilan berbahaya atau tidak melalui aplikasi Hallobumil. Dokter juga dapat dengan mudah memantau kondisi pasien melalui aplikasi Hallobumil, terutama di tengah suasana Pandemi COVID-19.

Kedua, sebagai sarana pembelajaran untuk ibu mengetahui tentang gizi baik selama hamil dan mengetahui hal-hal yang harus dihindari. ”Salah satu upaya mencegah atau menurunkan terjadinya preeklampsia dengan konsumsi nutrisi lengkap, tepat, dan seimbang untuk bumil,” tambah Group Business Unit Head Woman Nutrition Kalbe Nutritionals Sinteisa Sunarjo.

Terakhir sebagai tuntunan ibu hamil memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui diagnosis preeklamsia dalam kehamilan. “Intinya supaya kita bisa menolong lebih dari 33 persen (sepertiga jumlah kematian) ibu hamil supaya tidak meninggal dunia atau mengalami kecacatan. Selain itu, kami pikir (Fitur YOPI) yang terbaik di masa pandemi ini dan juga pada masa teknologi yang sangat mumpuni,” tambah Johanes.

”Untuk sementara fitur YOPI hanya akan tersedia untuk melayani para ibu hamil di Bandung, bekerja sama dengan Persatuan Dokter Fetomaternal Bandung, Jawa Barat. Nantinya fitur YOPI akan diperluas hingga ke seluruh Indonesia agar layanan ini dapat dinikmati 1,3 juta pengguna aplikasi Hallobumil,” tegas Head of Hallobumil Mia Argianti.

Hallobumil juga telah bekerja sama dengan laboratorium Prodia untuk pengecekan ibu hamil. Melalui aplikasi Hallobumil, para ibu hamil bisa langsung booking layanan pemeriksaan lab di Prodia. ”Untuk memudahkan. Selain ke rumah sakit, ibu hamil bisa cek diabetes, gula darah, dan cek terkait preeklamsia,” imbuh Mia.

Laboratorium Klinik Prodia antusias mendapat bekerja sama dengan tim Himpunan Kedokteran Fetomaternal Bandung untuk membuat aplikasi Hallobumil-YOPI.

“Aplikasi itu diharap bermanfaat bagi para calon ibu dalam memantau perkembangan janin sehingga kesehatan ibu dan janin terpantau, preeklamsia dapat dihindari. Dan, tentunya angka kematian Ibu akibat preeklamsia menurun,” tutur Regional Head West Java Region Mona Yolanda.

Fitur YOPI beroperasi selama 24 jam di dalam aplikasi Hallobumil. Ibu hamil bisa terus memanfaatkan untuk menjaga keselamatan diri dan bayi.

”Mudah-mudahan fitur ini bisa menjangkau ibu hamil. Sebab, banyak ibu sudah memiliki ponsel android, baik diri atau suaminya,” harap Johanes.(mdo)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.