Beredar Video Risma Kampanye Terselubung Dukung Ery Cahyadi

indopos.co.id – Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dianggap tidak netral karena dinilai melakukan kampanye mendukung pasangan Eri Cahyadi-Armuji dalam Pilwalkot Surabaya 2020.

Hal tersebut terungkap dalam sebuah video berdurasi 1:37 detik dalam acara roadshow daring bertema “Surabaya Berenerji”, Minggu, (18/10/2020). Dalam kegiatan tersebut, Risma meminta kepada peserta acara yang merupakan para ibu- ibu pelaku UMKM untuk mendukung pasangan Eri Cahyadi-Armuni.

“Saya nitip kepada ibu-ibu supaya program ini berlanjut. Saya mempunyai data yang membuktikan bahwa kehidupan warga Surabaya lebih baik. Oleh karena itu supaya program ini berlanjut, saya nitip anak saya Eri Cahyadi bisa melanjutkan saya,” kata Risma dalam video tersebut, Selasa, (20/10/2020).

Dalam video tersebut, Risma menyindir bahwa ada yang menjanjikan uang banyak. Namun demikian, kata Risma, uang tersebut tidak diketahui akan bertahan sampai kapan.

Baca Juga :

“Padahal pemilihan Wali Kota itu untuk lima tahun. Kalau kita salah pilih maka kita akan menyesal selama lima tahun. Oleh karena itu Insyallah saya nitip ini yang terbaik yang saya pilih. Saya tidak mungkin apa yang saya kerjakan selama 10 tahun hancur lebur. Saya tidak ingin oleh karena itu saya nitip,” tegas Risma dalam video tersebut.

Para peserta yang mayoritas merupakan para ibu-ibu dalam video tersebut, dengan sigap menjawab apa yang disampaikan oleh Politikus PDIP tersebut.

Baca Juga :

“Siap ibu. Siap ibu,” sahut para peserta dalam video tersebut.

Apa yang dilakukan oleh Risma, sedianya sudah berdampak kepada Wali Kota Sungai Penuh, Asafri Jaya Bakri (AJB) yang diitetapkan sebagai tersangka kasus pelanggaran aturan Pilkada setelah mengajak masyarakat agar memilih salah satu calon wakil Gubernur Jambi di ajang Pilkada Serentak akhir tahun nanti.

AJB ditetapkan tersangka setelah sebuah video beredar dia membagikan program bantuan Keluarga Harapan (PKH) oleh Bawaslu Jambi.

Dalam sebuah video, AJB berbaju dinas yang didampingi dua pegawainya kiri dan kanan dan dalam pidatonya tampak menunjuk spanduk calon wakil gubernur bernama Safril mengajak masyarakat memilihnya.

Anggota Bawaslu Provinsi Jambi, Wein Arifin membenarkan kabar Wali kota Sungai Penuh ditetapkan sebagai tersangka setelah terbukti mengajak masyarakat memilih calon kandidat Wakil Gubernur Jambi.

“Ya benar Wali Kota Sungai Penuh ditetapkan tersangka,” tegasnya. (mdo)

 

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.