Tanam Mangrove Sekaligus Pulihkan Ekonomi

indopos.co.id – Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Indonesia memiliki sekira 30 persen mangrove dunia. Namun begitu ada juga area mangrove yang perlu dipulihkan. Karena rusak. Karena itu pihaknya bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus menggalakkan penanaman mangrove di pesisir pantai Indonesia.

“600 ribu pohon mangrove akan selesai 4 tahun ke depan. World Bank bicara ke saya, mereka apresiasi kerja bu Siti (Menteri KLHK) dan pak Edhy (Menteri KKP). Sebab mangrove menghasikkan karbon kredit. Mangrove juga sangat penting mencegah abrasi ataupun rob (air pasang),” ujar Luhut saat menanam mangrove di Pulau Cemara Sawo Jajar Wanasari, Brebes, Jawa Tengah, Kamis (22/10/2020).

Baca Juga :

Kegiatan padat karya penanaman mangrove di Kabupaten Brebes tahun 2020 ini adalah seluas 140 Hektar. Melibatkan 6 kelompok masyarakat dengan jumlah HOK (Hari Orang Kerja) sebanyak 25.382. Secara sosial, PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) Padat Karya Mangrove, selain mendorong pemulihan ekonomi dan ekosistem mangrove, tujuan lain dari kegiatan ini adalah untuk membangun kepedulian masyarakat terhadap kondisi ekosistem mangrove.

Berdasarkan data statistik KLHK 2019, luas ekosistem mangrove Indonesia adalah 3.311.207 ha yang berada di dalam dan di luar kawasan hutan, yang diantaranya seluas 637.624 ha termasuk dalam kondisi kritis dan perlu dipulihkan kondisi ekosistemnya.

Menurutnya, program penanaman mangrove tersebut juga akan menunjukan ke dunia bahwa KLHK dan KKP sangat peduli dengan lingkungan. Mereka kata dia jangan ajari kita soal lingkungan. Kita sudah lakukan. Kasih nasehat boleh.

Luhut menambahkan, kalau 600 ribu pohon mangrove bisa kita tanam, itu akan sangat luar biasa. Akan merubah lingkungan,

“Yang penting konsistensi kita. Program ini akan membantu petani dan nelayan-nelayan kita. Tunai akan diberikan ke akun petani. Mangrove kalau sudah tumbuh akan ada ikan, kepiting akan membawa kesejahteraan rakyat pesisir,” pungkasnya.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar menjelaskan, pihaknya memperluas cakupan kegiatan PK (Padat Karya) atau cash for work di 34 provinsi. Hal itu dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi nasional melalui kegiatan penanaman mangrove senilai Rp406,1 miliar.

“Padat Karya Penanaman Mangrove (PKM) seluas 15ribu hektare 2020, merupakan kegiatan yang benar-benar berorientasi untuk meningkatkan kondisi ekonomi masyarakat pesisir di 34 provinsi. Kegiatan PKM ini akan melibatkan lebih dari 30 ribu orang dalam 50 hari kerja, atau bila dihitungan dengan jumlah hari orang kerja (HOK) akan mencapai lebih dari 1,5 juta HOK,” ujarnya.(dai)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.