Tempat Hiburan Malam Akan Dibuka, Pengelola Tidak Boleh Mentolerir Peredaran Narkoba 

indopos.co.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali menggelar barang bukti hasil kejahatan narkoba untuk dimusnahkan. Sebanyak 139,027 kg sabu dan 77.121  butir ekstasi serta 48 gram Ritalin dimusnahkan di halaman Markas BNN Jakarta Timur. Pemusnahan barang bukti hasil kejahatan tersebut merupakan hasil dari 11 kasus peredaran gelap narkotika sejak bulan Juni – September 2020.

“Kita pastikan barang bukti narkoba dan narkotika ini dimusnahkan dan tidak disalahgunakan,” tegas Deputi Pemberantasan BNN Arman Depari, usai pemusnahan barang bukti narkotika dari 11 kasus di Kantor BNN, Jalan M.T. Haryono No. 11, Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (22/10/2020).

Baca Juga :

Terkait peredaran narkoba di masa Pandemi COVID-19 saat ini, Arman melanjutkan, dalam kasus-kasus yang telah terungkap itu, para pelaku kejahatan narkotika kini melakukan transaksi narkoba dengan memanfaatkan menggunakan angkutan logistik sembako pertanian.

“Jadi narkoba ini dicampur dengan hasil panen seperti jagung, kelapa dan beras,” ungkap dia.

Baca Juga :

Sehingga untuk menghentikan aksi dari para pelaku walaupun ada modus baru, petugas BNN di lapangan telah mengantisipasinya. “Seperti dengan menggunakan jasa pos dari luar negeri. Dilakukan secara daring. Untuk itu BNN tetap mengantisipasinya,” tegas Arman.

Dalam kesempatan itu, saat disinggung industri pariwisata seperti tempat hiburan malam di DKI Jakarta dan sekitarnya akan dibuka. Arman Depari menuturkan, DKI Jakarta saat ini masuk pada masa PSBB (pembatasan sosial berskala besar) transisi dan mengenai akan dibukanya kembali tempat hiburan malam ini. Namun demikian, pihak pengelola tidak boleh mentolerir peredaran narkoba di tempat hiburan malam tersebut.

Baca Juga :

“Apabila kedapatan ada keterlibatan pihak manajemen dan petugas BNN akan melakukan tindakan tegas,” tandas Arman.

Atas hal tersebut, sambung Arman kembali, kami akan kenakan tindakan Undang_Undang tentang Pencucian Uang. “Kalau untuk pengawasannya belum. Karena ‘kan akan dibuka tapi kita tetap bekerjasama dengan Kepolisian dan pemerintah daerah setempat,” tutup Arman.(ibl) 

 

 

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.