Dompet Dhuafa Luncurkan Program Beasiswa Bagi 1.000 Santri Seluruh Indonesia

indopos.co.id – Indonesia menjadi negara mayoritas beragama muslim, tidak heran bila tersebar begitu banyak Pondok-pondok Pesantren. Pondok Pesantren (Ponpes) dari jaman ke jaman selalu berkembang fungsinya, mulai dari jaman penjajahan, Ponpes menjadi titik pejuang dalam menentukan strategi pertempuran dan menjadi tonggak kemerdekaan Indonesia, namun di saat jaman ini perkembangan Ponpes tidak hanya sebagai alat perjuangan bangsa, namun juga sebagai peradaban bangsa. Banyak dari mereka menjadi predikat terbaik dan berjasa bagi bangsa ini. Namun miris dari sebaran pondok pesantren, masih ada sebagian Ponpes dengan kondisi yang cukup miris, mulai dari sarana hingga fasilitas yang belum memadai. Bersumber dari data Kementerian Agama, jumlah pesantren di Indonesia 27.772 serta lebih dari 50 persen diantaranya masih dikelola secara tradisional.

Peluncuran Beasiswa 1.000 Santri secara daring hari ini (Kamis, 22/10) dihadiri oleh DR. H. Waryono Abdul Ghafur, M. Ag, sebagai Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementrian Agama Republik Indonesia, Yayat Supriyatna Sekretaris Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Ustaz Ahmad Shonhaji selaku Direktur Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat (BDPM) Dompet Dhuafa, sejumlah perwakilan Ponpes seperti Luqman Hakim Abubakar, Lc. M.P.I perwakilan dari Ponpes Alkhairaat, Boalemo, Gorontalo; Refil Mamonto dari Ponpes Hidayatullah, Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.

Yayat Supriyatna selaku Sekretaris Yayasan Dompet Dhuafa Republika mengatakan, “Keterbatasan biaya tidak boleh menjadi beban maupun rintangan bagi para santri maka itu Dompet Dhuafa dengan jiwa socioenterpreneurship harus terlibat dalam membantu meringankan beban para santri khususnya santri yatim.Tepat di hari ini, Hari Santri Nasional, Dompet Dhuafa meluncurkan program beasiswa 1.000 santri dengan adanya program tersebut diharapkan para santri menjadi enterpreneurship, program tersebut juga turut mengurangi putus sekolah, peran santri dapat sebagai patron atau role model untuk santri terampil di kalangan pesantrennya serta santri dapat membawa kemajuan bangsa hingga bersiap menghadapi tantangan global saat ini”.

Di sisi lain terdapat 4,6 juta anak usia 7-18 tahun yang putus sekolah di Indonesia, hal ini mendorong Dompet Dhuafa untuk menggulirkan program beasiswa bagi santri di 22 Pesantren dengan cakupan 220 Santri yang tersebar di 17 Provinsi seluruh Indonesia. Diharapkan dengan adanya program beasiswa dapat mengurangi angka putus sekolah di Indonesia. 17 Provinsi tersebut meliput Jambi, Sumatera Barat, Lampung, Riau, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Jawa Tengah, Banten, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimatan Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo dan Papua.

Baca Juga :

Mudah-mudahan program Beasiswa 1000 santri ini dapat bekerjasama dengan kementrian agama, agar bisa lebih mengembangkan beasiswa bagi santri di seluruh Indonesia. Program ini menjadi satu ikhtiar dalam membangun umat maupun peradaban di Indonesia, serta para santri untuk bisa bersaing dalam perkembangan global di Dunia. Santri terus maju, terus bergerak dan menjadi benteng Negara Kedaulatan Republik Indonesia (NKRI)”, ujar Ustaz Ahmad Shonhaji selaku Direktur Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat (BDPM) Dompet Dhuafa.

Peluncuran program Beasiswa 1.000 Santri mendapat apresiasi dari sejumlah santri, salah satunya Luqman Hakim Abubakar, Lc. M.P.I perwakilan dari Ponpes Alkhairaat mengungkapkan, ” Saya senang sekali bisa bertemu kembali Dompet Dhuafa, hingga saat ini jumlah santri di kami sebanyak 1600 an, selama pandemi kami membatasi untuk belajar tatap muka serta selebihnya secara online. Kami berterima kasih kepada Dompet Dhuafa khususnya anak-anak yatim yang memerlukan bantuan di tengah pandemi seperti ini”. Hal tersebut juga mendapat tanggapan positif dari santri di Bolaang Mongondow, Mohamad Rafli, “Terima kasih kepada para donatur dan Dompet Dhuafa yang telah peduli kepada pendidikan kami”. (mdo)

Baca Juga :

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.