Antisipasi Cuti Bersama, Terminal Kampung Rambutan Siapkan Bus Tambahan

indopos.co.id – Guna mengantisipasi saat hari cuti bersama di 28-30 Oktober 2020 mendatang. Pengelola Terminal Kampung Rambutan melakukan sosialisasi pada operator bus yang ada di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, untuk menyiapkan bus tambahan.
“Persiapan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang itu, kami berkoordinasi dengan operator bus untuk menambah armada. Selama PSBB Transisi ini rata-rata perhari ada 130 bus lah yang jalan, jadi kami siapkan nanti bisa sampai 250 bus,” tukas Kepala Terminal Kampung Rambutan, Made Joni Sasrawan saat dihubungi, Sabtu (24/10/2020).
Joni menuturkan, pihak operator bus pun sudah siap untuk menambahkan jumlah armada di Kampung Rambutan guna mengantisipasi melonjaknya penumpang. Apalagi, pihaknya sudah memprediksi bakal ada lonjakan penumpang di hari cuti bersama nanti.
“Prediksi penumpang melonjak itu ada, tapi mungkin tidak terlalu signifikan. Sebab, sewaktu Idul Adha kemarin pun penumpang jumlahnya naik, tapi tak terlalu signifikan dibandingkan masa sebelum pandemi,” katanya.
Joni menambahkan, selama masa PSBB Transisi ini, jumlah penumpang di Terminal Kampung Rambutan perharinya sekitar 800 penumpang. Jumlah tersebut sangat jauh berbeda dibandingkan saat sebelum pandemi merebak, yang mana perharinya bisa mencapai angka 5.000 penumpang.
“Selain itu, di dalam bus pun tetep dilakukan pembatasan, artinya bus yang kapasitasnya 40 penumpang jadi 10 penumpang, 20 persennya lah dari kapasitas,” ujarnya.
Kalau prediksi lonjakan mungkin ada, Lanjutnya, hanya tidak signifikan. “Waktu Idul Adha pun memang penumpang naik tapi nggak melonjak karena dibandingkan hari sebelum COVID-19 masih di bawahnya sih,” tandasnya.
Pada PSBB ketat, di Terminal Kampung Rambutan terdata, 500 penumpang per hari. Kalau sekarang PSBB transisi 700 sampai 800 penumpang. “Pada Jumat kemarin cuma 800 penumpang belum kelihatan lonjakan,” tambahnya.
Joni menjelaskan, untuk penerapan protokol kesehatan, di Terminal Kampung Rambutan mengikuti arahan dari Kementerian Kesehatan.
Namun demikian, pembatasan penumpang bus itu maksimal 70 persen. Jadi dari Dirjen Darat maksimal seperti itu. Joni mengungkapkan, sejauh ini tidak ada pelanggaran, penumpang di bawah 20 persen dari terminal. “Dari Terminal Kampung Rambutan ya misal kapasitas 40 penumpang paling banyak cuman 10, jadi cuman 20 persen lah gak sampe 50 persen,” ungkap Joni.
“Jadi untuk sementara tidak ada yang melanggar kapasitas penumpang. Memang penumpangnya masih sedikit banget, belum normal seperti sebelum ada wabah COVID-19,” tutupnya. (ibl)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.