Spatial Analytics sebagai Dasar Perencanaan Pembangunan

indopos.co.id – Bicara mengenai pertanahan dan tata ruang tidak terlepas dari data serta spatial analytics Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) sebagai pemegang otoritas pertanahan di Indonesia berkepentingan untuk memberikan overview dan perkembangan terkini terkait spatial analytics kepada jajaran serta para pihak yang berkepentingan. Oleh karena itu, Kementerian ATR/BPN melalui Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) selenggarakan Webinar #2 Spatial Analytics in Urban and Regional Planning secara daring pada Kamis, (22/10/2020).
.
Webinar dengan tema Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (GIS) dalam Penanganan Permasalahan Tata Ruang dan Pertanahan ini di moderatori dengan apik oleh Budi Suryanto, Widyaiswara Utama PPSDM Kementerian ATR/BPN. Diikuti oleh 823 peserta baik dari Kementerian ATR/BPN, para perencana dari Kabupaten/Kota, perwakilan organisasi profesi serta profesional lainnya.

CEO Esri Indonesia, Achmad Istamar pada kesempatan ini menyampaikan bahwa webinar dengan tema analytics seperti ini sangat menarik karena terkait dengan pemanfaatan data spasial yang saat ini disediakan oleh pemerintah dan juga lembaga dunia dan berharap data ini benar-benar dapat dimanfaatkan untuk kemaslahatan masyarakat secara luas. “Saya berharap dengan kegiatan ini tercipta ide-ide, kita bisa berbagi pakai data, berkolaborasi, membuat aplikasi, yang bermanfaat bagi masing-masing daerah dan masing-masing wilayah,” ujar Achmad Istamar.

Baca Juga :

Deni Santo, Kepala PPSDM Kementerian ATR/BPN pada kesempatan ini berbagi best practice penggunaan data analitik dalam pengambilan keputusan. Deni Santo juga berharap agar para peserta webinar ini dapat mengelola data yang dimiliki dengan baik, serta mendigitalisasinya. “Mulailah mengelola data spasial dengan baik, analisis spasial baik kalau datanya baik sehingga dapat menjadi dasar pengambilan keputusan yang tepat, akurat by name, by address” ujar Deni Santo.

Deni Santo juga menyampaikan agar para pengambil keputusan untuk berhati-hati dalam memberikan akses data spatial. “Gunakan aplikasi agar terotomasi, dan menghindari penyalahgunaan wewenang,” tambahnya.

Selain Deni Santo, webinar ini menghadirkan pemateri M. Arsyad, Kepala Seksi Perencanaan Umum dan Monitoring Evaluasi, dari Direktorat Pembinaan dan Pemanfaatan Ruang Daerah yang membawakan tema mengenai Peran Sistem Informasi Geografi dalam Penataan Ruang.

Baca Juga :

Kementan Kawal Percepatan Musim Tanam-1 2021

Selain diisi oleh narasumber dari Kementerian ATR/BPN, webinar ini juga menghadirkan narasumber dari Esri Indonesia, Soraya Rizki Keumala. Pada kesempatan ini Soraya Rizki Keumala menjelaskan mengenai Aplikasi
Geoplanner for ArcGIS, serta tools, dan ready to use data pada aplikasi tersebut. Soraya juga menjelaskan bagaimana cara untuk mendapatkan data dari Indonesia WebGIS Portal yang merupakan platform yang mengakomodir 30 lebih kementerian/kembaga, berbagi pakai data dalam platform ArcGIS. (*)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.