MARK Optimistis Hadapi Lonjakan Permintaan Pasar 

indopos.co.id – Sepanjang kuartal tiga tahun ini, PT Mark Dynamics Indonesia (MARK), membukukan penjualan Rp344 miliar. Meningkat 29 persen dibanding periode sama tahun lalu di kisaran Rp267,21 miliar. Emiten produsen porselen cetakan sarung tangan medis, rumah tangga, dan industri manufaktur itu, berdomisili di Kawasan Industri Medan Star, Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut).

Presiden Direktur MARK Ridwan Goh menyebut perseroan kembali menunjukkan kinerja positif triwulan III tahun ini. Perseroan mampu mencatat laba bersih Rp89,98 miliar. Meroket 37,37 persen dibanding edisi sama tahun lalu sebesar Rp 65,50 miliar. Pencapaian itu merupakan keberhasilan perseroan menjaga tingkat efisiensi dan mempertahankan kualitas produk sesuai permintaan pelanggan.

Baca Juga :

Danone Luncurkan Dongeng Digital ABCD

Itu terefleksi dari keberhasilan perseroan menjaga margin laba kotor di level 41,17 persen dengan nilai sebesar Rp142,63 miliar dan margin laba bersih di kisaran 25,98 persen. ”Pencapaian laba ini didukung dengan strategi produksi dan efisiensi perseroan sepanjang kuartal tiga tahun ini di tengah Pandemi COVID-19,” tutur Ridwan Goh, melalui keterangan resmi, Selasa (27/10/2020).

Malaysian Rubber Glove Manufacturers Association (Margma) meyakini permintaan sarung tangan global tumbuh setidaknya 30 persen tahun ini. Itu karena Pandemi COVID-19, peningkatan kesadaran pemakaian sarung tangan, dan penerapan protokol kesehatan lebih ketat dibanding sebelumnya.

Baca Juga :

Permintaan kebutuhan sarung tangan di India telah meningkat dari 4 menjadi 30 pcs per kapita. Mengingat populasi besar yaitu 1,2 miliar dan permintaan sarung tangan telah melampaui tingkat pasokan di wilayah tersebut.

Peningkatan permintaan sarung tangan juga terjadi di negara-negara dengan populasi besar seperti Tiongkok, Indonesia, Bangladesh dan negara lainnya. Itu akibat Pandemi COVID-19 melanda hampir seluruh negara-negara di dunia. ”Jadi, selama Pandemi COVID-19, permintaan sarung tangan kesehatan melampau permintaan sebelumnya,” imbuh Ridwan Goh.

Pada situasi pandemi sebelumnya juga terjadi lonjakan permintaan tetapi tidak setinggi saat ini. Seperti pada saat dunia mengalami virus influenza A (H1N1). Di mana, pandeminya tidak terjadi dalam waktu lama. Menyusul peningkatan permintaan itu, perseroan saat ini sudah mengantongi kontrak USD52 juta untuk pengapalan pada 2021.

Kontrak-kontrak itu, datang tidak hanya dari pelanggan lama yaitu Malaysia, akan tetapi juga dari beberapa produsen sarung tangan di Tiongkok, Thailand, Vietnam, Afrika Selatan dan Amerika Serikat. ”Beberapa kontrak itu bahkan sudah kami terima dalam bentuk down payment. Itu menunjukkan kepercayaan tinggi akan kualitas dan kredibilitas kami sebagai produsen cetakan sarung tangan,” bebernya.

Tren permintaan sarung tangan sepuluh tahun terakhir konsisten dengan pertumbuhan CAGR 10-12 persen. Dan, di tengah Pandemi COVID-19 telah mengalami peningkatan hingga 30 persen, sehingga permintaan sarung tangan dunia telah melebihi kapasitas produksi tersedia. Lonjakan permintaan itu, membuat perusahaan tidak menunda lama untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Kapasitas produksi semula 700 ribu unit per bulan tahun ini, tidak mencukupi. Karena itu, mulai kuartal tiga tahun ini, perseroan meningkatkan kapasitas menjadi 800 ribu unit per bulan.

Oleh kebab itu, perusahaan meningkatkan kapasitas produksi dengan membangun pabrik baru kedua di Desa Dalu, Tanjung Morawa. Tahun depan perusahaan akan menambah kapasitas produksi menjadi 1,1 juta unit per bulan. Kapasitas produksi bahkan akan ditingkatkan hingga mencapai 1,8 juta unit per bulan awal 2022.

Kapasitas diproyeksi akan tumbuh dengan CAGR 44 persen sampai 2022 sesuai proyeksi permintaan pasar. Sehubungan dengan pembangunan pabrik baru, perusahaan akan mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) Rp150 miliar. Dana itu, untuk pendirian bangunan, pembelian mesin, dan instalasi mesin. Pabrik baru mulai ground breaking kuartal empat tahun ini, dan bangunan fisik diperkirakan selesai kuartal pertama tahun depan.

Sepanjang tahun ini, penjualan dan laba akan melampaui target awal perseroan, proyeksi secara year on year (yoy), penjualan meningkat 40 persen dibanding tahun lalu atau setara Rp507,71 miliar. Kenaikan laba bersih 56 persen atau setara Rp137,54 miliar. Penjualan tahun lalu tercatat Rp 361,54 miliar dan laba bersih Rp88 miliar.

Tahun depan, perseroan telah mematok penjualan Rp879,4 miliar. Naik 72 persen dari proyeksi penjualan tahun 2020 dan laba Rp 227,7 miliar yaitu naik 66 persen dari proyeksi laba tahun 2020.

Pada 2022, perseroan mematok penjualan Rp1,2 triliun. Yaitu kenaikan 46 persen dari proyeksi penjualan tahun 2021 dan laba Rp 362,7 miliar yaitu kenaikan 59 persen dari proyeksi laba tahun 2021. ”Memang peningkatan ini cukup agresif karena diiringi lonjakan permintaan pasar,” tegas Ridwan Goh. (mdo)

 

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.