Kadin Dorong Sosialisasi UU Cipta Kerja Dimasifkan

indopos.co.id – Dunia usaha menilai Undang Undang (UU) Cipta Kerja atau Omnibus Law Cipta Kerja sebagai reformasi struktural terbesar yang pernah dilakukan pemerintah dan DPR.

Hal itu ditegaskan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Rosan P Roeslani yang mengapresiasi ditetapkannya UU Cipta Kerja di tengah tekanan pandemi Covid-19.

Baca Juga :

Rosan menilai, Omnibus Law akan mampu membawa perubahan dan angin segar bagi sejumlah industri yang saat ini terkontraksi akibat pandemi Covid-19. Dengan begitu, diharapkan pertumbuhan ekonomi nasional bisa pulih dan tumbuh pada tahun-tahun mendatang.

“UU Cipta Kerja merupakan satu langkah reformasi struktural terbesar yang pernah dilakukan oleh pemerintah dan DPR. Ini berdampak sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi kedepannya. Dan harapannya ini bisa membawa angin segar terhadap hal yang positif di tengah tekanan ekonomi saat ini,” kata Rosan, Selasa (27/10/2020).

Sama halnya dengan keyakinan pemerintah, Rosan juga menilai, Omnibus Law dapat memberikan fasilitas berupa penyediaan lapangan pekerjaan baru melalui investasi dalam negeri dan luar negeri.

Selain itu, Omnibus Law Cipta Kerja juga diyakini bisa meningkatkan ekonomi dan peran tenaga kerja atau buruh. Dengan begitu, peran buruh mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkesinambungan, berkelanjutan, dan berkualitas.

Baca Juga :

Rosan juga beranggapan bahwa isi dan subtansi dari Omnibus Law masih disalah pahami oleh sebagian masyarakat. Karena itu, upaya untuk mensosialisasikan dan mengedukasi ihwal ketentuan-ketentuan yang termaktub dalam UU Cipta Kerja perlu dilakukan secara agresif dan masif.

“Banyak hal positif dari UU Cipta Kerja, baik berupa penyederhanaan perizinan, dan memang UU ini memuat hampir 79 undang-undang dan lebih dari 1.300 pasal. Harapannya ini membawah dan mampu memfasilitasi kita dan memberikan perbaikan pada sejumlah sektor yang terdampak saat ini,” kata Rosan. (yay)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.